Prosedur darurat tidak berjalan, ini tanggapan AP II
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:12 WIB
Prosedur darurat tidak berjalan, ini tanggapan AP II
A
A
A
Sindonews - PT Angkasa Pura II (Persero) membantah personel Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno-Hatta kurang terlatih, pada saat sistem pemanduan otomatis Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) mengalami gangguan hari Minggu (16/12/2012) lalu.
"Tidaklah benar, hal tersebut mengingat saat insiden gangguan terjadi, prosedur contegency plan pada kegiatan penerbangan pada jalur penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, dapat dijalankan dengan baik dengan menggunakan prosedur non-radar," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Pihaknya bahkan memberikan apresiasi tinggi kepada personel ATC, karena berkat kesigapan dan kepiawaiannya dalam menangani krisis pada Minggu lalu.
Seluruh resiko fatal yang berpotensi terjadi, terhadap kegiatan penerbangan, dapat terhindarkan dengan baik.
"Terkait pola peningkatan kuantitass maupun kualitas SDM, dapat kami sampaikan, manajemen PT AP II memiliki pola pendidikan dan pelatihan yang cukup dan terfokus untuk meningkatkan kemampuan SDM," imbuhnya.
Hingga saat ini, kata Trisno, manajemen AP II tidak berhenti melakukan program pendidikan dan pelatihan yang menjurus pada peningkatan kompetensi dan keahlian pegawai.
Hal tersebut sejalan dengan program perekrutan pegawai baru yang rutin setiap tahun sesuai kebutuhan organisasi.
Perseroan juga menyayangkan pemberitaan di beberapa media massa, dari pernyataan Pekik Argo Dahono sebagai perwakilan dari AP II dalam acara jumpa pers Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) di Gedung BPPT, Jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012) kemarin.
"Seluruh pernyataan Argo Dahono kepada wartawan pada acara jumpa pers IATI, bukanlah pernyataan resmi manajemen AP II sebagaimana diberitakan. Akan tetapi, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi yang bersangkutan, mengingat hingga saat ini manajemen AP II tidak pernah memberikan mandat kepada yang bersangkutan, untuk memberikan pernyataan kepada publik dan mengatasnamakan diri sebagai perwakilan manajemen," tegasnya.
"Tidaklah benar, hal tersebut mengingat saat insiden gangguan terjadi, prosedur contegency plan pada kegiatan penerbangan pada jalur penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, dapat dijalankan dengan baik dengan menggunakan prosedur non-radar," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Pihaknya bahkan memberikan apresiasi tinggi kepada personel ATC, karena berkat kesigapan dan kepiawaiannya dalam menangani krisis pada Minggu lalu.
Seluruh resiko fatal yang berpotensi terjadi, terhadap kegiatan penerbangan, dapat terhindarkan dengan baik.
"Terkait pola peningkatan kuantitass maupun kualitas SDM, dapat kami sampaikan, manajemen PT AP II memiliki pola pendidikan dan pelatihan yang cukup dan terfokus untuk meningkatkan kemampuan SDM," imbuhnya.
Hingga saat ini, kata Trisno, manajemen AP II tidak berhenti melakukan program pendidikan dan pelatihan yang menjurus pada peningkatan kompetensi dan keahlian pegawai.
Hal tersebut sejalan dengan program perekrutan pegawai baru yang rutin setiap tahun sesuai kebutuhan organisasi.
Perseroan juga menyayangkan pemberitaan di beberapa media massa, dari pernyataan Pekik Argo Dahono sebagai perwakilan dari AP II dalam acara jumpa pers Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) di Gedung BPPT, Jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012) kemarin.
"Seluruh pernyataan Argo Dahono kepada wartawan pada acara jumpa pers IATI, bukanlah pernyataan resmi manajemen AP II sebagaimana diberitakan. Akan tetapi, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi yang bersangkutan, mengingat hingga saat ini manajemen AP II tidak pernah memberikan mandat kepada yang bersangkutan, untuk memberikan pernyataan kepada publik dan mengatasnamakan diri sebagai perwakilan manajemen," tegasnya.
(stb)