Banjir 2007 telan kerugian hingga Rp5 triliun
Kamis, 20 Desember 2012 - 17:15 WIB
Banjir 2007 telan kerugian hingga Rp5 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mencatat selama Tahun 2012 ada dua kali banjir besar yang terjadi di Bulan Februari dan November.
Pada Bulan Februari terjadi di 34 titik dan pada Bulan November di 26 titik.
"Tahun ini telah terjadi dua kali banjir. Banjir itu terjadi di titik yang rawan banjir dan memang sudah langganan," ujar Kepala Pelaksana Arfan Akilie di Kantor BPBD, Jalan Merdeka Selatan Blok F, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Banjir, merupakan bencana nomor satu di Jakarta. BPBD mencatat kerugian terbesar akibat banjir pada tahun 2007 sebesar Rp5 triliun.
Banjir ini juga merendam 87 kelurahan dan 32 kecamatan dan 322 rukun warga di 78 titik rawan banjir.
"Banjir itu bahaya sekali. Tahun 2007 saja kasus kerugian terbesar hingga Rp5 triliun," tambahnya.
Daerah yang terendam banjir terbesar yang terjadi pada Tahun 2007, untuk wilayah Jakarta Pusat terletak di Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang yang merendam 7 RW.
Untuk wilayah Jakarta Barat di kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan di 7 RW.
Selanjutnya wilayah Jakarta Utara, banjir sering terjadi di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing yang merendam 14 RW.
Lalu, ada dua wilayah di Jakarta Selatan yang rawan banjir. Pertama Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan di 6 RW.
Kedua Kelurahan Kebon Baru di 3 RW, Kelurahan Bukit Duri di 9 RW Kecamatan Tebet.
Dan terakhir di wilayah Jakarta Timur, Kelurahan Kampung Melayu di Kecamatan Jatinegara yang merendam 7 RW.
Pada Bulan Februari terjadi di 34 titik dan pada Bulan November di 26 titik.
"Tahun ini telah terjadi dua kali banjir. Banjir itu terjadi di titik yang rawan banjir dan memang sudah langganan," ujar Kepala Pelaksana Arfan Akilie di Kantor BPBD, Jalan Merdeka Selatan Blok F, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Banjir, merupakan bencana nomor satu di Jakarta. BPBD mencatat kerugian terbesar akibat banjir pada tahun 2007 sebesar Rp5 triliun.
Banjir ini juga merendam 87 kelurahan dan 32 kecamatan dan 322 rukun warga di 78 titik rawan banjir.
"Banjir itu bahaya sekali. Tahun 2007 saja kasus kerugian terbesar hingga Rp5 triliun," tambahnya.
Daerah yang terendam banjir terbesar yang terjadi pada Tahun 2007, untuk wilayah Jakarta Pusat terletak di Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang yang merendam 7 RW.
Untuk wilayah Jakarta Barat di kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan di 7 RW.
Selanjutnya wilayah Jakarta Utara, banjir sering terjadi di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing yang merendam 14 RW.
Lalu, ada dua wilayah di Jakarta Selatan yang rawan banjir. Pertama Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan di 6 RW.
Kedua Kelurahan Kebon Baru di 3 RW, Kelurahan Bukit Duri di 9 RW Kecamatan Tebet.
Dan terakhir di wilayah Jakarta Timur, Kelurahan Kampung Melayu di Kecamatan Jatinegara yang merendam 7 RW.
(stb)