Makanan pencegah gizi buruk tidak harus mahal
Rabu, 19 Desember 2012 - 18:37 WIB
Makanan pencegah gizi buruk tidak harus mahal
A
A
A
Sindonews.com - Ahli Gizi Dinas Kesehatan Yuda menyatakan, antisipasi gizi buruk pada anak sangat mudah.
Misalnya memberi asupan makanan yang sehat dan tidak harus mahal, asal mengandung 4 sehat 5 sempurna.
Selain itu, seorang ibu harus memperkenalkan tahap demi tahap, makanan yang diberikan kepada bayi.
"Makanan untuk anak itu tidak perlu mahal. Asal ada unsur sayuran, protein dan buah-buahan. Bisa tahu, tempe, sayur bayam, wortel. Selain itu bayi yang berumur 0-6 bulan cukup diberi ASI dan umur 6-24 bulan, selain ASI juga diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang baik," tambahnya.
Dalam pemberian MPASI, seorang ibu harus memberi makan pada anak secara bertahap. Misalnya untuk 6-7 bulan pertama, diberi makanan lumat (bubur bayi), 7-9 bulan diberi makanan berupa sayuran, protein hewani dan nabati serta buah-buahan.
9 bulan keatas baru diperkenalkan makanan keluarga secara bertahap.
"Jangan dibiasakan memberi makanan pada anak sekaligus. Masih bayi saja sudah diberi bubur campur wortel, ati dan lain-lain. Harusnya secara bertahap. Misalnya 6 bulan pertama diberi sayuran, 7 bulan diberi sayuran, 9 bulan ke atas baru makan-makanan keluarga," terangnya.
Selain itu juga, sebagai ahli gizi, Yuda menghimbau untuk mengurangi konsumsi karbohidrat dan minyak.
"Harusnya konsumsi karbohidrat yang hanya 50%,, sayangnya orang Indonesia berlebihan. Bisa sampai 103%, itulah yang harus dikurangi," tandasnya.
Misalnya memberi asupan makanan yang sehat dan tidak harus mahal, asal mengandung 4 sehat 5 sempurna.
Selain itu, seorang ibu harus memperkenalkan tahap demi tahap, makanan yang diberikan kepada bayi.
"Makanan untuk anak itu tidak perlu mahal. Asal ada unsur sayuran, protein dan buah-buahan. Bisa tahu, tempe, sayur bayam, wortel. Selain itu bayi yang berumur 0-6 bulan cukup diberi ASI dan umur 6-24 bulan, selain ASI juga diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang baik," tambahnya.
Dalam pemberian MPASI, seorang ibu harus memberi makan pada anak secara bertahap. Misalnya untuk 6-7 bulan pertama, diberi makanan lumat (bubur bayi), 7-9 bulan diberi makanan berupa sayuran, protein hewani dan nabati serta buah-buahan.
9 bulan keatas baru diperkenalkan makanan keluarga secara bertahap.
"Jangan dibiasakan memberi makanan pada anak sekaligus. Masih bayi saja sudah diberi bubur campur wortel, ati dan lain-lain. Harusnya secara bertahap. Misalnya 6 bulan pertama diberi sayuran, 7 bulan diberi sayuran, 9 bulan ke atas baru makan-makanan keluarga," terangnya.
Selain itu juga, sebagai ahli gizi, Yuda menghimbau untuk mengurangi konsumsi karbohidrat dan minyak.
"Harusnya konsumsi karbohidrat yang hanya 50%,, sayangnya orang Indonesia berlebihan. Bisa sampai 103%, itulah yang harus dikurangi," tandasnya.
(stb)