Pelajar Majalengka dibekali penanganan bencana
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:47 WIB
Pelajar Majalengka dibekali penanganan bencana
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan siswa SMAN I Majalengka mengikuti pelatihan penanganan bencana selama dua hari sejak Selasa (18/12) hingga Rabu (19/12) kemarin. Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan tiap-tiap kelas, dari kelas 1 hingga kelas 3.
Kepala SMAN I Majalengka, Zainal Mutaqin mengatakan pelatihan tersebut sebagai upaya pihak sekolah guna menciptakan generasi muda yang peka terhadap sekitar. Zainal beharap, dengan pelatihan tersebut, bisa menumbuhkan jiwa sosial anak-didiknya.
“Ini baru pertama kali dilakukan di sini. Anak-anak jangan hanya mengejar nilai akademis semata, melainkan juga harus memiliki jiwa sosial yang tinggi,” kata Zainal saat memantau pelatihan, Rabu (19/12/2012).
Dalam pelatihan tersebut, jelas dia, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa instansi, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI Kabupaten Majalengka.
“Dengan melibatkan ke-dua instansi tersebut, anak-anak mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Karena memang instansi itu yang tupoksinya di sana,” jelas dia.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Iman Rohiman mengatakan dalam pelatihan tersebut, dibagi menjadi dua bagian, yakni teori dan praktek.
“Untuk praktek, kami lakukan simulasi di halaman SMA. Simulasi ini meliputi bagaimana penanganan terhadap korban selamat, korban meninggal dan jalur aman yang bisa digunakan untuk evakuasi,” jelas dia.
Diakui Iman, kegiatan tersebut merupakan kali pertama dilakukukan untuk tingkat sekolah. Sebelumnya, pelatihan hanya dilakukan di tingkat pemerintahan desa.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Dengan pelatihan ini, akan lebih banyak tenaga-tenaga yang bisa langsung melakukan penanganan ketika terjadi bencana,” jelas dia.
Kepala SMAN I Majalengka, Zainal Mutaqin mengatakan pelatihan tersebut sebagai upaya pihak sekolah guna menciptakan generasi muda yang peka terhadap sekitar. Zainal beharap, dengan pelatihan tersebut, bisa menumbuhkan jiwa sosial anak-didiknya.
“Ini baru pertama kali dilakukan di sini. Anak-anak jangan hanya mengejar nilai akademis semata, melainkan juga harus memiliki jiwa sosial yang tinggi,” kata Zainal saat memantau pelatihan, Rabu (19/12/2012).
Dalam pelatihan tersebut, jelas dia, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa instansi, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI Kabupaten Majalengka.
“Dengan melibatkan ke-dua instansi tersebut, anak-anak mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Karena memang instansi itu yang tupoksinya di sana,” jelas dia.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Iman Rohiman mengatakan dalam pelatihan tersebut, dibagi menjadi dua bagian, yakni teori dan praktek.
“Untuk praktek, kami lakukan simulasi di halaman SMA. Simulasi ini meliputi bagaimana penanganan terhadap korban selamat, korban meninggal dan jalur aman yang bisa digunakan untuk evakuasi,” jelas dia.
Diakui Iman, kegiatan tersebut merupakan kali pertama dilakukukan untuk tingkat sekolah. Sebelumnya, pelatihan hanya dilakukan di tingkat pemerintahan desa.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Dengan pelatihan ini, akan lebih banyak tenaga-tenaga yang bisa langsung melakukan penanganan ketika terjadi bencana,” jelas dia.
(ysw)