Jakarta Utara butuh penanganan khusus

Rabu, 19 Desember 2012 - 17:45 WIB
Jakarta Utara butuh...
Jakarta Utara butuh penanganan khusus
A A A
Sindonews.com – Tingginya kasus gizi buruk yang menyerang balita di wilayah Jakarta Utara, menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Salah satu upaya untuk menekan tingginya angka tersebut, Dinkes DKI Jakarta akan melakukan penanganan khusus untuk wilyah Jakarta Utara.

Hal itu diungkapkan Humas Dinas Kesehatan Yani. Menurutnya, salah satu penanganan khusus yang akan dilakukan di wilayah Jakarta Utara, dengan melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Sadar Gizi 1000 hari kehidupan pertama.

“Selain itu, Dinkes DKI juga akan melakukan penyuluhan pemberian ASI pada bayi, sejak baru lahir,” ujar Humas Dinas Kesehatan Yani di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012).

Dalam Gerakan Nasional Sadar Gizi 1000 hari kehidupan pertama, lanjutnya, Dinkes DKI akan menyampaikan sosialisasi mengenai pemberian makanan pendamping, yang kaya akan protein untuk anak usia 6-24 bulan.

"Untuk Jakarta Utara sendiri, kita beri perhatian khusus di dua kecamatan. Puskesmas Kecamatan Koja dan Cilincing," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan catatan Dinkes DKI Jakarta, awal Tahun 2012 hingga September terdapat 29 anak yang terserang gizi buruk.

Dinkes melakukan standarisasi berdasarkan Standar WHO, yang berlaku untuk anak usia 1-5 tahun.

Salah satu penyebab tingginya angka gizi buruk di Jakarta Utara, perilaku dari sang ibu sendiri. Misalnya, seorang ibu lebih banyak menggunakan uang belanjaannya untuk dihabiskan ke pulsa, kosmetik, rokok dan sebagainya.

Sedangkan masalah ekonomi, bukanlah faktor yang utama yang terjadi di kota besar seperti Jakarta. Namun, dikarenakan pola hidup yang tidak sehat.

"Bukanlah faktor ekonomi, melainkan perilaku dan lifestyle sang ibu. Karena, dari pada membeli makanan yang diperlukan oleh anak. Mereka justru lebih banyak membeli pulsa, kosmetik dan sebagainya," Humas Dinas Kesehatan Yani.
(stb)
Berita Terkait
Menkes: 41,8 Juta Warga...
Menkes: 41,8 Juta Warga Telah Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Jangkau Pelosok Negeri,...
Jangkau Pelosok Negeri, Tim Medis Puskesmas Tompobulu Sediakan Layanan Kesehatan Gratis
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
8 Juta Masyarakat Ikut...
8 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis, 3 Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan
Berita Terkini
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
48 menit yang lalu
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
1 jam yang lalu
Demo Kantor Setwapres,...
Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
1 jam yang lalu
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
2 jam yang lalu
Perkuat Akses Kesehatan...
Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat, Rudy Susmanto Dorong Sinergi Sektor Swasta dan Pemkab Bogor
2 jam yang lalu
Dorong Birokrasi Profesional,...
Dorong Birokrasi Profesional, Bupati Bogor Terapkan Seleksi Terbuka Berbasis Sistem Merit
2 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved