Warga DKI diimbau untuk berobat ke puskesmas
Selasa, 18 Desember 2012 - 17:22 WIB
Warga DKI diimbau untuk berobat ke puskesmas
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Sakit Umum Daerah, sarana yang dibuat pemerintah untuk melayani kesehatan masyarakat. Pembiayaan rumah sakit ini juga murni dari kas pemerintah, APBD.
Masyarakat dapat berbondong-bondong untuk mendapatkan fasilitas biaya gratis, dengan berbagai program jaminan dari pemerintah seperti KJS dan Jamkesmas.
Keramaian pasien, antrian yang panjang di setiap loket pembayaran, loket pengambilan obat bahkan loket pendaftaran. Suasana bising juga sudah tak asing lagi ditemukan di rumah sakit pemerintah.
Dengan kondisi tersebut, membuat pelayanan di RSUD tidak memuaskan. Sehingga masyarakat yang hendak berobat ke RSUD sebagian besar hanyalah masyarakat kelas tiga yang memang memanfaatkan fasilitas gratis dari pemerintah.
Menyiasati hal tersebut, pihak RSUD Tarakan meminta masyarakat yang tidak memerlukan pengobatan serius cukup berobat ke puskesmas saja.
Puskesmas-puskesmas juga diharapkan, benar-benar menseleksi pasien yang harus mendapat rujukan.
"Karna disini murah, gratis. Nah, masyarakat itu ada yang tidak sakit serius, berobat kesini. Padahal cukup ke puskesmas saja. Buat puskesmas juga, untuk tolong pasiennya betul-betul diseleksi," ujar Kepala Bidang Pelayanan Dr. Theryota di RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Kepala Bidang Pelayanan ini mengakui, dari 338 tempat tidur pasien, Bed Occupation Rate (BOR) sebesar 95%. Hal itu menunjukan, fasilitas rumah sakit kurang bermutu. Karena, standar BOR di rumah sakit maksimal sebesar 80%.
"BOR kita saja 95% telah terpakai. Sebenarnya angka itu kurang bagus, karena rumah sakit itu standarnya ya paling maksimal itu 85%," tukasnya.
Masyarakat dapat berbondong-bondong untuk mendapatkan fasilitas biaya gratis, dengan berbagai program jaminan dari pemerintah seperti KJS dan Jamkesmas.
Keramaian pasien, antrian yang panjang di setiap loket pembayaran, loket pengambilan obat bahkan loket pendaftaran. Suasana bising juga sudah tak asing lagi ditemukan di rumah sakit pemerintah.
Dengan kondisi tersebut, membuat pelayanan di RSUD tidak memuaskan. Sehingga masyarakat yang hendak berobat ke RSUD sebagian besar hanyalah masyarakat kelas tiga yang memang memanfaatkan fasilitas gratis dari pemerintah.
Menyiasati hal tersebut, pihak RSUD Tarakan meminta masyarakat yang tidak memerlukan pengobatan serius cukup berobat ke puskesmas saja.
Puskesmas-puskesmas juga diharapkan, benar-benar menseleksi pasien yang harus mendapat rujukan.
"Karna disini murah, gratis. Nah, masyarakat itu ada yang tidak sakit serius, berobat kesini. Padahal cukup ke puskesmas saja. Buat puskesmas juga, untuk tolong pasiennya betul-betul diseleksi," ujar Kepala Bidang Pelayanan Dr. Theryota di RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Kepala Bidang Pelayanan ini mengakui, dari 338 tempat tidur pasien, Bed Occupation Rate (BOR) sebesar 95%. Hal itu menunjukan, fasilitas rumah sakit kurang bermutu. Karena, standar BOR di rumah sakit maksimal sebesar 80%.
"BOR kita saja 95% telah terpakai. Sebenarnya angka itu kurang bagus, karena rumah sakit itu standarnya ya paling maksimal itu 85%," tukasnya.
(stb)