Rp8 triliun, APBD DKI tak terserap
Selasa, 18 Desember 2012 - 17:14 WIB
Rp8 triliun, APBD DKI tak terserap
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkirakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), yang ada dalam APBD DKI Tahun 2012 ini mencapai Rp8 triliun.
Dengan perolehan angka ini, SILPA DKI mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tahun 2010 lalu SILPA DKI diketahui mencapai Rp4 triliun, dan pada APBD DKI tahun 2011 lalu sudah mencapai Rp6,4 triliun.
SILPA DKI yang besar ini, disebabkan pembebasan lahan yang lambat. Sehingga memberikan sumbangan besar bagi peningkatan jumlah SILPA DKI.
"Pembebasan lahan yang memberikan sumbangan terbesar dari peningkatan SILPA APBD DKI 2012," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Lebih lanjut lagi dijelaskan pria yang akrab disapa Basuki ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki segera dalam penyerapan APBD DKI tahun ini.
Karena hal itu yang mengakibatkan nilai SILPA mencapai angka yang tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan kualitas belanja dalam APBD sendiri dirasa perlu ditingkatkan, dengan cara memanfaatkan alokasi anggaran yang ada, untuk program-program yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
"Belanja modal dan infrastruktur, perlu dilakukan efisiensi terutama dalam belanja operasional, seperti belanja barang dan belanja perjalanan dinas. Juga perlu melakukan peningkatan pendapatan asli daerah sebagai langkah meningkatkan kemandirian daerah," tukas Basuki.
Dengan perolehan angka ini, SILPA DKI mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tahun 2010 lalu SILPA DKI diketahui mencapai Rp4 triliun, dan pada APBD DKI tahun 2011 lalu sudah mencapai Rp6,4 triliun.
SILPA DKI yang besar ini, disebabkan pembebasan lahan yang lambat. Sehingga memberikan sumbangan besar bagi peningkatan jumlah SILPA DKI.
"Pembebasan lahan yang memberikan sumbangan terbesar dari peningkatan SILPA APBD DKI 2012," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Lebih lanjut lagi dijelaskan pria yang akrab disapa Basuki ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki segera dalam penyerapan APBD DKI tahun ini.
Karena hal itu yang mengakibatkan nilai SILPA mencapai angka yang tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan kualitas belanja dalam APBD sendiri dirasa perlu ditingkatkan, dengan cara memanfaatkan alokasi anggaran yang ada, untuk program-program yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
"Belanja modal dan infrastruktur, perlu dilakukan efisiensi terutama dalam belanja operasional, seperti belanja barang dan belanja perjalanan dinas. Juga perlu melakukan peningkatan pendapatan asli daerah sebagai langkah meningkatkan kemandirian daerah," tukas Basuki.
(stb)