Menyulap sampah jadi benda berharga
Senin, 17 Desember 2012 - 13:20 WIB
Menyulap sampah jadi benda berharga
A
A
A
Sindonews.com - Selama ini warga dipusingkan dengan persoalan sampah yang tidak terangkut. Kini warga di kelurahan di Kota Tegal sudah memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi benda kreatif.
"Pemanfaatan sampah non organik itu sebagai solusi penanganan sampah," kata Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kota Tegal Ibu Edi Suripno, Senin (17/12/2012).
Ia menerangkan solusi tersebut merupakan inisiatif ibu-ibu bersama masyarakat yang memiliki tujuan sama menjaga kesehatan lingkungan setempat dari bau busuk sampah yang tidak terangkut.
Dijelaskannya penanganan sampah rumah tangga dilakukan dengan cara membuatnya menjadi benda kreatif dan bernilai jual.
Ada sejumlah benda kretif seperti kotak kertas tisu dari kertas koran bekas, sedotan jadi hiasan, kertas tisu, plastik dan sebagainya.
"Ini bisa lebih bermanfaat. Serta memberi tambahan pemasukan rumah tangga," katanya dalam Lomba Pemanfaatan Sampah Anorganik Tim Penggerak PKK Kota Tegal.
Inisiatif ibu-ibu tersebut berawal dari sulitnya penduduk menangani sampah rumahan, sehingga banyak membuang sampah sembarangan tanpa dikelola dengan baik.
Ia menjelaskan warga setempat sebelumnya membuang sampah di kebun, selokan, sungai, bahkan di parit yang menimbulkan sampah menumpuk dan bau busuk.
"Karena khawatir bisa menimbulkan penyakit, maka sekarang warga membuang sampahnya ke tempat penampungan pembakaran pengelolaan sampah," katanya.
"Pemanfaatan sampah non organik itu sebagai solusi penanganan sampah," kata Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kota Tegal Ibu Edi Suripno, Senin (17/12/2012).
Ia menerangkan solusi tersebut merupakan inisiatif ibu-ibu bersama masyarakat yang memiliki tujuan sama menjaga kesehatan lingkungan setempat dari bau busuk sampah yang tidak terangkut.
Dijelaskannya penanganan sampah rumah tangga dilakukan dengan cara membuatnya menjadi benda kreatif dan bernilai jual.
Ada sejumlah benda kretif seperti kotak kertas tisu dari kertas koran bekas, sedotan jadi hiasan, kertas tisu, plastik dan sebagainya.
"Ini bisa lebih bermanfaat. Serta memberi tambahan pemasukan rumah tangga," katanya dalam Lomba Pemanfaatan Sampah Anorganik Tim Penggerak PKK Kota Tegal.
Inisiatif ibu-ibu tersebut berawal dari sulitnya penduduk menangani sampah rumahan, sehingga banyak membuang sampah sembarangan tanpa dikelola dengan baik.
Ia menjelaskan warga setempat sebelumnya membuang sampah di kebun, selokan, sungai, bahkan di parit yang menimbulkan sampah menumpuk dan bau busuk.
"Karena khawatir bisa menimbulkan penyakit, maka sekarang warga membuang sampahnya ke tempat penampungan pembakaran pengelolaan sampah," katanya.
(ysw)