Pelaku penyerangan Polsek & peledakan Kantor DPRD tewas ditembak
Senin, 17 Desember 2012 - 01:52 WIB
Pelaku penyerangan Polsek & peledakan Kantor DPRD tewas ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku kasus penyerangan Polsek Pirime Hubert Mabel berhasil dilumpuhkan aparat kepolsian. Hal itu dilakukan karena Hubert dinyatakan terlibat peristiwa penyerangan yang terjadi pada Minggu (16/12/2012) kemarin, sekira pukul 10.30 Wita, di Kampung Abusak, Distrik Kurulu.
Disamping terlibat kasus penyerangan Pirime, Hubert juga dinyatakan terlibat dalam kasus peledakan Kantor DPRD Jayawijaya.
"Kronologis, sekira pukul 09.00 Wita timsus mendapat info seorang pelaku yang diduga terlibat kasus peledakan bom di Gedung DPRD Jayawijaya dan juga sebagai pelaku penyerangan Polsek Pirime sedang berada di Wamena, tepatnya di Kampung Abusak, Distrik Kurulu," jelas Humas Polda Papua AKBP I Made S Jaya kepada wartawan, Minggu 16 Desember 2012 malam.
Menurutnya, atas informasi tersebut, dua anggota timsus yang diantar oleh pelaku yang tertangkap pada tanggal 14 Desember 2012 lalu (MJ alias WG) mengantar tim sus ke lokasi yang diinformasikan.
Setelah sampai di lokasi, WG, lanjutnya, menelepon Hubert supaya bertemu dengannya di jalan raya. Permintaan itu akhirnya dipenuhi Hubert beserta empat orang temannya dengan masing-masing membawa parang.
"Karena melihat demekian sedangkan timsus hanya dua orang, lalu dua anggota kami menyuruh ke lima orang itu untuk tiarap di tanah. Namun Hubert tidak mengindahkan permintaan petugas. Malah dengan ganasnya mencoba menyerang petugas dan berupaya merebut senjata api petugas. Sehingga terjadi saling rebut senpi," jelasnya.
Melihat senpi berhasil direbut Hubert, lanjutnya, maka satu petugas yang lain akhirnya melepaskan tembakan ke arah kaki Hubert dengan maksud untuk melumpuhkan.
"Setelah korban roboh, petugas segera membawa ke RSUD Wamena, tapi karena banyak kehilangan darah, Hubert akhirnya tewas," jelasnya.
Disamping terlibat kasus penyerangan Pirime, Hubert juga dinyatakan terlibat dalam kasus peledakan Kantor DPRD Jayawijaya.
"Kronologis, sekira pukul 09.00 Wita timsus mendapat info seorang pelaku yang diduga terlibat kasus peledakan bom di Gedung DPRD Jayawijaya dan juga sebagai pelaku penyerangan Polsek Pirime sedang berada di Wamena, tepatnya di Kampung Abusak, Distrik Kurulu," jelas Humas Polda Papua AKBP I Made S Jaya kepada wartawan, Minggu 16 Desember 2012 malam.
Menurutnya, atas informasi tersebut, dua anggota timsus yang diantar oleh pelaku yang tertangkap pada tanggal 14 Desember 2012 lalu (MJ alias WG) mengantar tim sus ke lokasi yang diinformasikan.
Setelah sampai di lokasi, WG, lanjutnya, menelepon Hubert supaya bertemu dengannya di jalan raya. Permintaan itu akhirnya dipenuhi Hubert beserta empat orang temannya dengan masing-masing membawa parang.
"Karena melihat demekian sedangkan timsus hanya dua orang, lalu dua anggota kami menyuruh ke lima orang itu untuk tiarap di tanah. Namun Hubert tidak mengindahkan permintaan petugas. Malah dengan ganasnya mencoba menyerang petugas dan berupaya merebut senjata api petugas. Sehingga terjadi saling rebut senpi," jelasnya.
Melihat senpi berhasil direbut Hubert, lanjutnya, maka satu petugas yang lain akhirnya melepaskan tembakan ke arah kaki Hubert dengan maksud untuk melumpuhkan.
"Setelah korban roboh, petugas segera membawa ke RSUD Wamena, tapi karena banyak kehilangan darah, Hubert akhirnya tewas," jelasnya.
(rsa)