Ayah Boy tidak terima, anaknya dikeroyok
Minggu, 16 Desember 2012 - 19:09 WIB
Ayah Boy tidak terima, anaknya dikeroyok
A
A
A
Sindonews.com - Elmansur (55) Ayah dari Boy Maulana korban penganiayaan sekelompok preman, mengaku tidak mengetahui penyebab anaknya dikeroyok hingga mengalami luka di dahi, tangan dan kaki kirinya.
Namun sebelum anaknya terluka, Mansur mengaku mendengar keriibutan, penasaaran dengan kegaduhan tersebu, Mansur yang tinggal di Jalan Kembang V RT09 RW02 ini membuka pintu rumahnya.
Saat dirinya mengeluarkan badan, seorang pemuda menggunakan samurai mengancam dirinya untuk tidak ikut campur.
"Namanya pemukimanan padat, jika ada keributan pasti keluar untuk mencari tahu, tapi saya kaget ketika leher saya ditempeli samurai, langsung istri saya menarik saya," tutur Elmansur, Minggu (16/12/2012).
Elmansur menduga, kelompok yang menyerang lingkungannya merupakan kelompok yang sedang mencari orang.
Pasalnya setelah melintas di gang rumahnya, para pelaku langsung pergi dan marah-marah, warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut sempat melakukan perlawanan, hingga akhirnya para pelaku mundur dan melarikan diri.
Setelah keributan reda, Elmansur pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, ketika masuk dirinya terkejut, lantara di dalam kamar mandi ada Boy yang berlumuran darah, melihat luka yang dialami anaknya, Elmansur langsung menaburi kopi di lengan kirinya yang terluka dan mengikat luka tersebut menggunakan serbet.
Tidak mau ambil resiko, Elmansur Pun membawa anaknya ke RSPAD.
"Untuk biaya pengobatan anak saya habis Rp5 juta,” katanya.
Mansur mengaku tidak rela dengan apa yang menimpa anaknya ini, pasalnya Boy yang sehari-hari menjual voucer telepon genggam, tidak pernah berbuat onar. Ditambah saat di keroyok anaknya tidak membawa senjata apapun.
"Jika saya lebih dulu menemukan pelakunya dari pada polisi, maka saya akan balas apa yang sudah dia lakukan terhadap anak saya, tidak peduli meskipun saya harus dipenjara," ancamnya.
Namun sebelum anaknya terluka, Mansur mengaku mendengar keriibutan, penasaaran dengan kegaduhan tersebu, Mansur yang tinggal di Jalan Kembang V RT09 RW02 ini membuka pintu rumahnya.
Saat dirinya mengeluarkan badan, seorang pemuda menggunakan samurai mengancam dirinya untuk tidak ikut campur.
"Namanya pemukimanan padat, jika ada keributan pasti keluar untuk mencari tahu, tapi saya kaget ketika leher saya ditempeli samurai, langsung istri saya menarik saya," tutur Elmansur, Minggu (16/12/2012).
Elmansur menduga, kelompok yang menyerang lingkungannya merupakan kelompok yang sedang mencari orang.
Pasalnya setelah melintas di gang rumahnya, para pelaku langsung pergi dan marah-marah, warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut sempat melakukan perlawanan, hingga akhirnya para pelaku mundur dan melarikan diri.
Setelah keributan reda, Elmansur pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, ketika masuk dirinya terkejut, lantara di dalam kamar mandi ada Boy yang berlumuran darah, melihat luka yang dialami anaknya, Elmansur langsung menaburi kopi di lengan kirinya yang terluka dan mengikat luka tersebut menggunakan serbet.
Tidak mau ambil resiko, Elmansur Pun membawa anaknya ke RSPAD.
"Untuk biaya pengobatan anak saya habis Rp5 juta,” katanya.
Mansur mengaku tidak rela dengan apa yang menimpa anaknya ini, pasalnya Boy yang sehari-hari menjual voucer telepon genggam, tidak pernah berbuat onar. Ditambah saat di keroyok anaknya tidak membawa senjata apapun.
"Jika saya lebih dulu menemukan pelakunya dari pada polisi, maka saya akan balas apa yang sudah dia lakukan terhadap anak saya, tidak peduli meskipun saya harus dipenjara," ancamnya.
(stb)