Bunga bangkai jadi tontonan anak SD
Sabtu, 15 Desember 2012 - 17:21 WIB
Bunga bangkai jadi tontonan anak SD
A
A
A
Sindonews.com - Bunga Bangkai yang mekar di Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda (Dago) Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bunga langka yang memliki nama amorphopallus titanum ini berekembang pada Jumat 14 Desember 2012 kemarin sekira pukul 11.00 WIB. Saat mekar, bunga ini menimbulkan bau bangkai menyengat.
Bahkan, bau bangkai sempat tercium hingga boulevard Tahura Djuanda. Padahal jarak boulevard dengan bunga bagnkai itu sekitar 100 meter.
Pantauan dilokasi, bunga bangkai ini menjadi pusat perhatian anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang mengunjungi Tahura. Anak-anak SD yang sebagian berpakaian pramuka itu tampak kagum dengan bunga tersebut, meski sesekali mengeluhkan bau bangkainya.
"Bau, bau," kata Mutiara, salah seorang siswi kelas 6 SD MI At Taufik, Jalan Suryani, Bandung, Sabtu (15/12/2012).
Dia asyik memerhatikan bunga kuning dengan kelopak merah gelap itu. Bunga tersebut juga tampak dikerubuti lalat dan ngengat.
Kasi Konservasi Tahura Tata Karsa menyebutkan, saat ini bunga bangkai yang mekar sempurna. Setelah diukur, tinggi bunga bangkai dari tangkai hingga ujung putik sekira 193 cm, diameter kelopaknya mencapai 86 cm.
"Kebetulan sekarang weekend, banyak anak-anak SD, mereka bisa menyaksikan kesempatan langka ini," kata Tata, di lokasi.
Tata menuturkan, Tahura menanam umbi bunga tersebut pada 2007, dan biasanya tumbuh pada usia 5 tahun. Pada 2010, umbi pertama juga berhasil mekar di hutan ini.
Kata Tata, bunga tersebut termasuk tumbuhan langka dan dilindungi. Daerah habitat bunga ini ada di Cagar Alam Taba Pananjung , Bengkulu.
Bunga langka yang memliki nama amorphopallus titanum ini berekembang pada Jumat 14 Desember 2012 kemarin sekira pukul 11.00 WIB. Saat mekar, bunga ini menimbulkan bau bangkai menyengat.
Bahkan, bau bangkai sempat tercium hingga boulevard Tahura Djuanda. Padahal jarak boulevard dengan bunga bagnkai itu sekitar 100 meter.
Pantauan dilokasi, bunga bangkai ini menjadi pusat perhatian anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang mengunjungi Tahura. Anak-anak SD yang sebagian berpakaian pramuka itu tampak kagum dengan bunga tersebut, meski sesekali mengeluhkan bau bangkainya.
"Bau, bau," kata Mutiara, salah seorang siswi kelas 6 SD MI At Taufik, Jalan Suryani, Bandung, Sabtu (15/12/2012).
Dia asyik memerhatikan bunga kuning dengan kelopak merah gelap itu. Bunga tersebut juga tampak dikerubuti lalat dan ngengat.
Kasi Konservasi Tahura Tata Karsa menyebutkan, saat ini bunga bangkai yang mekar sempurna. Setelah diukur, tinggi bunga bangkai dari tangkai hingga ujung putik sekira 193 cm, diameter kelopaknya mencapai 86 cm.
"Kebetulan sekarang weekend, banyak anak-anak SD, mereka bisa menyaksikan kesempatan langka ini," kata Tata, di lokasi.
Tata menuturkan, Tahura menanam umbi bunga tersebut pada 2007, dan biasanya tumbuh pada usia 5 tahun. Pada 2010, umbi pertama juga berhasil mekar di hutan ini.
Kata Tata, bunga tersebut termasuk tumbuhan langka dan dilindungi. Daerah habitat bunga ini ada di Cagar Alam Taba Pananjung , Bengkulu.
(mhd)