Tahura berhasil memekarkan bunga bangkai
Sabtu, 15 Desember 2012 - 14:39 WIB
Tahura berhasil memekarkan bunga bangkai
A
A
A
Sindonews.com - Mekarnya bunga bangkai (amorphopallus titanum) merupakan fenomena langka yang layak disaksikan, bahkan diabadikan. Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda (Dago) Bandung yang berhasil menanam bunga bangkai hingga mekar, merekam proses mekarnya bunga bangkai khas Bengkulu itu, dari kuncup hingga mekar sempurna.
"Kita tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini, terutama bagian mekarnya. Maka kami rekam untuk informasi dan pengetahuan," kata Kasi Konservasi Tahura Tata Karsa di lokasi, Sabtu (15/12/2012).
Saat ini, rekaman mekarnya bunga bangkai itu ada di Tahura. Dia menuturkan, Tahura menanam umbi bunga bangkai yang dibawa langsung dari Bengkulu pada 2007. Bunga ini biasanya tumbuh tiap lima tahun.
Saat ini bunga sudah mekar sempurna, mulai mekar dan menimbulkan bau tak sedap Jumat 14 Desember pukul 11.00 WIB kemarin. Tinggi bunga dari ujung putik bunga hingga bagian tangkai sekira 193 cm, diameter kelopak bunganya 86 cm.
Pihak Tahura menanam empat umbi bunga bangkai pada 2007 itu. Dengan mekarnya bunga bangkai ini menjadi mekar yang kedua setelah mekar pertama pada 2010 silam.
Saat ini umbi ketiga dan keempat baru memasuki fase generatif atau tumbuh berupa pohon. Nantinya, tinggi pohon bunga ini bisa mencapai empat meter. Setelah tiga tahun organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Dari umbi inilah diharapkan akan mekar bunga bangkai.
Tata menjelaskan, suasana maupun ketinggian Tahura pas bagi pertumbuhan bunga yang berbahsa latinnya itu amorphopallus titanum. Tahura berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan cukup tinggi. Kondisi alam tersebut sama dengan daerah asalnya, yakni Bengkulu.
"Dengan tumbuhnya bunga bangkai ini diharapkan menjadi daya tarih wisatawan kepada taman hutan raya ini," harapnya.
"Kita tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini, terutama bagian mekarnya. Maka kami rekam untuk informasi dan pengetahuan," kata Kasi Konservasi Tahura Tata Karsa di lokasi, Sabtu (15/12/2012).
Saat ini, rekaman mekarnya bunga bangkai itu ada di Tahura. Dia menuturkan, Tahura menanam umbi bunga bangkai yang dibawa langsung dari Bengkulu pada 2007. Bunga ini biasanya tumbuh tiap lima tahun.
Saat ini bunga sudah mekar sempurna, mulai mekar dan menimbulkan bau tak sedap Jumat 14 Desember pukul 11.00 WIB kemarin. Tinggi bunga dari ujung putik bunga hingga bagian tangkai sekira 193 cm, diameter kelopak bunganya 86 cm.
Pihak Tahura menanam empat umbi bunga bangkai pada 2007 itu. Dengan mekarnya bunga bangkai ini menjadi mekar yang kedua setelah mekar pertama pada 2010 silam.
Saat ini umbi ketiga dan keempat baru memasuki fase generatif atau tumbuh berupa pohon. Nantinya, tinggi pohon bunga ini bisa mencapai empat meter. Setelah tiga tahun organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Dari umbi inilah diharapkan akan mekar bunga bangkai.
Tata menjelaskan, suasana maupun ketinggian Tahura pas bagi pertumbuhan bunga yang berbahsa latinnya itu amorphopallus titanum. Tahura berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan cukup tinggi. Kondisi alam tersebut sama dengan daerah asalnya, yakni Bengkulu.
"Dengan tumbuhnya bunga bangkai ini diharapkan menjadi daya tarih wisatawan kepada taman hutan raya ini," harapnya.
(mhd)