Bekasi luncutkan KBS untuk warga miskin
Jum'at, 14 Desember 2012 - 02:12 WIB
Bekasi luncutkan KBS untuk warga miskin
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggenjot program Kartu Bekasi Sehat (KBS) sebagai upaya memenuhi hak dasar hidup sehat bagi masyarakat miskin setempat.
"KBS ini khusus bagi warga tidak mampu. Ada sekitar 100.000 KBS telah siap diberikan kepada warga untuk menunjang pelayanan kesehatan gratis. Selain itu, pemberian KBS ini juga dilakukan untuk membangun mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya bagi mereka yang tidak mampu," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Kamis (13/12/2012).
Pria yang akrab disapa Bang Pepen ini menjelaskan, ada 33 rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dan siap menerima pasien tidak mampu dan mendapat perawatan gratis di ruang kelas III. Bahkan, lanjut dia, RSUD Kota Bekasi juga menjadi bagian dari program ini.
"Untuk tahap awal kita luncurkan 100.000 Kartu Bekasi Sehat untuk masyarakat miskin. Selanjutnya akan terus diluncurkan secara bertahap, sehingga 2013 semua sudah terakomodir," katanya.
Terkait anggaran, Rahmat menjelaskan, Pemkot Bekasi akan mengalokasikan anggaran Rp27 miliar untuk pembiayaan pelayanan kesehatan gratis. Jika ternyata Rp27 miliar itu hanya sampai enam bulan, lanjut dia, maka akan ditambah lagi melalui Anggaran Perubahan.
"KBS ini akan memudahkan pengurusan administrasi dibanding pengurusan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) jika ingin berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Cukup dengan rekomendasi Rukun Tetangga (RT), pasien tidak mampu dapat dibawa ke rumah sakit secepatnya. Untuk mendapat kartu ini, warga harus memiliki KTP Bekasi lalu mendaftar di database secara online," ujarnya.
Ditanya tentang kesiapan Rumah Sakit, Bang Pepen menjelaskan, kerja sama Pemkot Bekasi dengan 33 Rumah Sakit Swasta di Bekasi telah menargetkan pengadaan bangsal kelas 3 untuk warga yang tidak mampu namun membutuhkan rawat inap. Targetnya, tidak ada lagi warga miskin yang ditolak rumah sakit hanya karena tidak punya biaya.
"Malah RSUD Kota Bekasi telah merencanakan akan membangun delapan lantai baru, penambahan kapasitas rawat inap sebanyak 100 kamar dan sembilan bangsal yang akan dimanfaatkan untuk program pelayanan kesehatan rumah sakit bagi yang tidak mampu," ujarnya.
"KBS ini khusus bagi warga tidak mampu. Ada sekitar 100.000 KBS telah siap diberikan kepada warga untuk menunjang pelayanan kesehatan gratis. Selain itu, pemberian KBS ini juga dilakukan untuk membangun mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya bagi mereka yang tidak mampu," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Kamis (13/12/2012).
Pria yang akrab disapa Bang Pepen ini menjelaskan, ada 33 rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dan siap menerima pasien tidak mampu dan mendapat perawatan gratis di ruang kelas III. Bahkan, lanjut dia, RSUD Kota Bekasi juga menjadi bagian dari program ini.
"Untuk tahap awal kita luncurkan 100.000 Kartu Bekasi Sehat untuk masyarakat miskin. Selanjutnya akan terus diluncurkan secara bertahap, sehingga 2013 semua sudah terakomodir," katanya.
Terkait anggaran, Rahmat menjelaskan, Pemkot Bekasi akan mengalokasikan anggaran Rp27 miliar untuk pembiayaan pelayanan kesehatan gratis. Jika ternyata Rp27 miliar itu hanya sampai enam bulan, lanjut dia, maka akan ditambah lagi melalui Anggaran Perubahan.
"KBS ini akan memudahkan pengurusan administrasi dibanding pengurusan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) jika ingin berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Cukup dengan rekomendasi Rukun Tetangga (RT), pasien tidak mampu dapat dibawa ke rumah sakit secepatnya. Untuk mendapat kartu ini, warga harus memiliki KTP Bekasi lalu mendaftar di database secara online," ujarnya.
Ditanya tentang kesiapan Rumah Sakit, Bang Pepen menjelaskan, kerja sama Pemkot Bekasi dengan 33 Rumah Sakit Swasta di Bekasi telah menargetkan pengadaan bangsal kelas 3 untuk warga yang tidak mampu namun membutuhkan rawat inap. Targetnya, tidak ada lagi warga miskin yang ditolak rumah sakit hanya karena tidak punya biaya.
"Malah RSUD Kota Bekasi telah merencanakan akan membangun delapan lantai baru, penambahan kapasitas rawat inap sebanyak 100 kamar dan sembilan bangsal yang akan dimanfaatkan untuk program pelayanan kesehatan rumah sakit bagi yang tidak mampu," ujarnya.
(mhd)