Cetak kartu Jamkesta butuh Rp1,5 M

Jum'at, 14 Desember 2012 - 02:06 WIB
Cetak kartu Jamkesta...
Cetak kartu Jamkesta butuh Rp1,5 M
A A A
Sindonews.com - Anggaran untuk mencetak kartu kepesertaan jaminan kesehata semesta (Jamkesta) di Yogyakarta mencapai Rp1,5 miliar lebih. Anggaran sebesar itu, rencananya untuk mencetak 301.824 kartu kepesertaan Jamkesta atau satu kartu peserta membutuhkan biaya cetak Rp5.000.

Jamkesta sendiri diperuntukkan bagi semua warga, yang belum masuk dalam jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) dan asuransi kesehatan (Askes). Untuk Jamkesta sendiri dianggarkan Rp23 miliar yang berasal dari APBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta Tuty Setyowati mengatakan walau sekarang kartu kepesertaan Jamkesta belum ada, namun warga Yogyakarta sudah dapat mengaksesnya, yaitu dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), saat berobat, asalkan sesuai dengan yang telah ditentukan.

“Di antaranya untuk rawat inap di kelas III dan rawat jalan dengan klaim Rp150 ribu,” terang Tuty, Kamis (13/12/2012).

Selain itu, untuk berobat baru bisa di rumah sakit yang menjadi provider, seperti RSUD atau Rumah Sakit Yogyakarta, RS Bethesda dan RS Panti Rapih. Pemkot sendiri terus berupaya menyempurnakan layanan tersebut, baik masalah klain maupun hal lainnya, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.

“Program ini seharusnya sudah berjalan awal Januari lalu, namun karena ada kendala teknis baru dapat dilaksanakan bulan Desember ini, yaitu sebagai realisasi perda No 10/2010 tentang sistem penyelanggaraan jaminan kesehatan,” paparnya.

Ketua Komisi D DPRD Yogyakarta Sujanarko mengatakan sangat mendukung dengan program tersebut. Apalagi program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan bagi warga Yogyakarta.

Untuk itu, agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tepat sasaran maka perlu pengawasan dan pengawalan dari semua elemen masyarakat.

“Komisi D sendiri tetap komitmen dan konses untuk memperjuangan kesejahteraan warga, salah satunya dengan melakukan pemantauan atas realisasi program tersebut,” janjinya.

Sujanarko menambahkan karena sudah terintegrasi, maka nantinya, warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di semua rumah sakit provider yang bermitra dengan Pemkot Yogyakarta termasuk di RSUP Sardjito.
(ysw)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved