Terhambat pembebasan lahan, pembangunan jalur KA Bandara molor
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:51 WIB
Terhambat pembebasan lahan, pembangunan jalur KA Bandara molor
A
A
A
Sindonews.com – Lantaran terhambat pembebasan lahan, pembangunan jalur rel Kereta Api (KA) menuju Bandara Soekarno Hatta-Manggarai, yang seharusnya selesai akhir tahun 2012, akan terhambat hingga pertengahan Tahun 2014 mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Perencanaan Strategi dan Pengembangan Bisnis PT KAI Noviantoro.
Menurutnya, kesulitan terbesar penyelesaian proyek KA Bandara bukan terletak pada pembangunan rel, namun pada pembebasan tanah.
“Paling sulit itu masalah pembebasan tanah, kalau pembangunan rel satu tahun pasti selesai,” kata Kepala Pusat Perencanaan Strategi dan Pengembangan Bisnis PT KAI Noviantoro di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Berbekal Perpres No.83/2011, tentang Penugasan Kepada PT KAI, Untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek. PT KAI menargetkan dapat menyediakan 72 perjalanan per hari.
Setiap rangkaian akan disediakan empat gerbong berkapasitas 50 tempat duduk per harinya atau setara dengan 15ribu kursi/hari.
Rencananya rute KA Bandara tersebut melewati Manggarai-Tanahabang-Duri-Batu Ceper hingga Tangerang.
Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tiga alternatif rute lanjutan dari Tangerang menuju Bandara sepanjang 12 km.
“Kita akan menilai mana yang paling efektif dari tiga rute tersebut. Karena harga tanah bisa berkali-kali lipat jika kita umumkan rute detailnya,” ucap Noviantoro.
Noviantoro mengaku, proses pembebasan tanah tersebut semakin berat, mengingat setidaknya ada 3-4 pabrik di Tangerang yang diperkirakan terlewati rel bandara.
“Dampak sosialnya pasti besar. Hal-hal ini yang butuh waktu sehingga tak mungkin selesai 2013,” tegasnya.
Saat ini, lanjutnya, PT KAI sedang menyelesaikan perizinan trase jalur rel. Jika perizinan tersebut dapat segera diselesaikan, Januari 2013 bisa langsung pelelangan pembangunan rute bandara kepada kontraktor.
“Tak hanya itu, proses lelang untuk pengadaan KRL Bandara juga sudah disiapkan. Kalau sudah lelang, kontraktor bisa memulai pembangunan,” ungkapnya
Penyiapan KRL Bandara kira-kira butuh waktu 1,5 tahun, yang murni dilakukan internal PT KAI.
“Jadi ini murni bisnis. Jika semuanya lancar, kemungkinan April 2014 sudah bisa dioperasikan,” janji Noviantoro.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Perencanaan Strategi dan Pengembangan Bisnis PT KAI Noviantoro.
Menurutnya, kesulitan terbesar penyelesaian proyek KA Bandara bukan terletak pada pembangunan rel, namun pada pembebasan tanah.
“Paling sulit itu masalah pembebasan tanah, kalau pembangunan rel satu tahun pasti selesai,” kata Kepala Pusat Perencanaan Strategi dan Pengembangan Bisnis PT KAI Noviantoro di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Berbekal Perpres No.83/2011, tentang Penugasan Kepada PT KAI, Untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek. PT KAI menargetkan dapat menyediakan 72 perjalanan per hari.
Setiap rangkaian akan disediakan empat gerbong berkapasitas 50 tempat duduk per harinya atau setara dengan 15ribu kursi/hari.
Rencananya rute KA Bandara tersebut melewati Manggarai-Tanahabang-Duri-Batu Ceper hingga Tangerang.
Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tiga alternatif rute lanjutan dari Tangerang menuju Bandara sepanjang 12 km.
“Kita akan menilai mana yang paling efektif dari tiga rute tersebut. Karena harga tanah bisa berkali-kali lipat jika kita umumkan rute detailnya,” ucap Noviantoro.
Noviantoro mengaku, proses pembebasan tanah tersebut semakin berat, mengingat setidaknya ada 3-4 pabrik di Tangerang yang diperkirakan terlewati rel bandara.
“Dampak sosialnya pasti besar. Hal-hal ini yang butuh waktu sehingga tak mungkin selesai 2013,” tegasnya.
Saat ini, lanjutnya, PT KAI sedang menyelesaikan perizinan trase jalur rel. Jika perizinan tersebut dapat segera diselesaikan, Januari 2013 bisa langsung pelelangan pembangunan rute bandara kepada kontraktor.
“Tak hanya itu, proses lelang untuk pengadaan KRL Bandara juga sudah disiapkan. Kalau sudah lelang, kontraktor bisa memulai pembangunan,” ungkapnya
Penyiapan KRL Bandara kira-kira butuh waktu 1,5 tahun, yang murni dilakukan internal PT KAI.
“Jadi ini murni bisnis. Jika semuanya lancar, kemungkinan April 2014 sudah bisa dioperasikan,” janji Noviantoro.
(stb)