Anak gila, hajar ibu hingga tewas
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:14 WIB
Anak gila, hajar ibu hingga tewas
A
A
A
Sindonews.com - Diduga mengalami gangguan mental, M Basori (43) warga Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten tega membunuh ibu kandungnya, Paikem (68) dini hari tadi.
Kepala Urusan (Kaur) Desa Kesra Desa Congkrang, Budiman, mengatakan pelaku membunuh korban dengan linggis.
"Linggis itu digunakan pelaku untuk memukul korban berkali-kali," katanya, Kamis (13/12/2012).
Diceritakannya, peristiwa tersebut bermula sekira pukul 03.00 WIB dini hari, Basori mendatangi rumah tetangganya, Nasrun dan berusaha mencongkel jendela kamar.
Nasrun yang mengetahui pelaku sering mengamuk, segera melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, Paikem yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari rumah Nasrun.
"Setelah mendapat laporan tersebut, korban mendatangi anaknya dan mencoba menenangkannya," lanjutnya.
Sebagai orangtua, Paikem mencoba menenangkan Basori. Namun, Paikem malah dihajar dengan sebatang linggis ukuran sekitar 90 centimeter yang digunakan Basori untuk mencongkel jendela rumah Nasrun.
Setelah menghajar korban, ungkapnya, pelaku diduga berupaya mengubur korban yang sudah tidak berdaya di samping rumahnya. Hal ini terbukti korban ditemukan di samping rumah pelaku dan ada bekas galian tanah.
Bahkan, pelaku tidak kemudian pergi ke ladang mencari rumput untuk ternak kambingnya seakan tidak terjadi apapun.
"Tapi belum sempat dikubur, korban dibiarkan tergeletak di samping rumah," paparnya.
Beberapa saat kemudian, pelaku ditangkap petugas Polsek Bejen.
"Pelaku berhasil ditangkap petugas dari Polsek Bejen dan masyarakat Congkrang, setelah pelaku pulang dari ladang membawa rumput," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Budi Agung Utomo.
Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Bejen. Namun, saat dimasukkan ke dalam kamar tahanan, Basori mengamuk. Selain berteriak-teriak, pelaku juga memanjat tembok kamar mandi dan merusak eternit.
Kepala Urusan (Kaur) Desa Kesra Desa Congkrang, Budiman, mengatakan pelaku membunuh korban dengan linggis.
"Linggis itu digunakan pelaku untuk memukul korban berkali-kali," katanya, Kamis (13/12/2012).
Diceritakannya, peristiwa tersebut bermula sekira pukul 03.00 WIB dini hari, Basori mendatangi rumah tetangganya, Nasrun dan berusaha mencongkel jendela kamar.
Nasrun yang mengetahui pelaku sering mengamuk, segera melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, Paikem yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari rumah Nasrun.
"Setelah mendapat laporan tersebut, korban mendatangi anaknya dan mencoba menenangkannya," lanjutnya.
Sebagai orangtua, Paikem mencoba menenangkan Basori. Namun, Paikem malah dihajar dengan sebatang linggis ukuran sekitar 90 centimeter yang digunakan Basori untuk mencongkel jendela rumah Nasrun.
Setelah menghajar korban, ungkapnya, pelaku diduga berupaya mengubur korban yang sudah tidak berdaya di samping rumahnya. Hal ini terbukti korban ditemukan di samping rumah pelaku dan ada bekas galian tanah.
Bahkan, pelaku tidak kemudian pergi ke ladang mencari rumput untuk ternak kambingnya seakan tidak terjadi apapun.
"Tapi belum sempat dikubur, korban dibiarkan tergeletak di samping rumah," paparnya.
Beberapa saat kemudian, pelaku ditangkap petugas Polsek Bejen.
"Pelaku berhasil ditangkap petugas dari Polsek Bejen dan masyarakat Congkrang, setelah pelaku pulang dari ladang membawa rumput," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Budi Agung Utomo.
Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Bejen. Namun, saat dimasukkan ke dalam kamar tahanan, Basori mengamuk. Selain berteriak-teriak, pelaku juga memanjat tembok kamar mandi dan merusak eternit.
(ysw)