Pilkada Minahasa berakhir bentrok, 1 kena tusuk
Kamis, 13 Desember 2012 - 06:46 WIB
Pilkada Minahasa berakhir bentrok, 1 kena tusuk
A
A
A
Sindonews.com - Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dicederai dengan peristiwa bentrok kedua massa pendukung pasangan calon. Bentrok terjadi saat salah satu pasangan calon turun kejalan melakukan pawai merayakan kemenangan.
Bentrokan mulai reda ketika tim pemenganan calon tersebut meredam emosi para pendukung. Bentrok terjadi antara pendukung pasangan calon Yantje Woiling Sayow-Ivan Sarunyang dengan JWS-Ivansa di ruas Jalan Boulevard, Tondano.
Bentrok berawal saat pendukung pasangan yang didukung oleh partai PDI Perjuangan ini melakukan konvoi usai hasil perhitungan cepat yang menyatakan calon mereka menang pada pemilukada tersebut. Saat konvoi, mereka dihadang pendukung salah satu calon lain, dan diwarnai penikaman terhadap pendukung JWS–Ivansa.
Tak terima rekan mereka ditikam, massa pendukung partai moncong putih yang berjumlah ribuan orang ini membalas menyerang. Korban yang ditikam sempat mencoba menusuk pelaku dengan bambu.
Sementara itu, mobil patroli satuan lalu lintas yang tiba di lokasi, tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya personel polisi yang ada sangat kurang jumlahnya, jika dibanding dengan kedua kubu massa. Padahal, personel polisi yang ada sudah di lengkapi dengan mobil water canon, mobil baracuda dan dua mobil dalmas dibantu TNI.
Kendati begitu, bentrok belum bisa mereda. Bentrok berakhir ketika tim pemenganan JWS-Ivansa, Benny Ramdhani turun ke tempat kejadian dan meredam emosi massa pendukung dengan berbicara menggunakan pengeras suara milik polisi.
Akhirnya para pendukung JWS-Ivansa kembali ke rumah mereka masing-masing dengan tertib, namun aparat kepolisian masih berjaga-jaga untuk mencegah bentrokan susulan,
Dalam peristiwa ini. korban penikaman langsung dibawa ke rumah sakit Bethesda Tomohon sementara pelaku langsung ditangkap polisi.
Bentrokan mulai reda ketika tim pemenganan calon tersebut meredam emosi para pendukung. Bentrok terjadi antara pendukung pasangan calon Yantje Woiling Sayow-Ivan Sarunyang dengan JWS-Ivansa di ruas Jalan Boulevard, Tondano.
Bentrok berawal saat pendukung pasangan yang didukung oleh partai PDI Perjuangan ini melakukan konvoi usai hasil perhitungan cepat yang menyatakan calon mereka menang pada pemilukada tersebut. Saat konvoi, mereka dihadang pendukung salah satu calon lain, dan diwarnai penikaman terhadap pendukung JWS–Ivansa.
Tak terima rekan mereka ditikam, massa pendukung partai moncong putih yang berjumlah ribuan orang ini membalas menyerang. Korban yang ditikam sempat mencoba menusuk pelaku dengan bambu.
Sementara itu, mobil patroli satuan lalu lintas yang tiba di lokasi, tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya personel polisi yang ada sangat kurang jumlahnya, jika dibanding dengan kedua kubu massa. Padahal, personel polisi yang ada sudah di lengkapi dengan mobil water canon, mobil baracuda dan dua mobil dalmas dibantu TNI.
Kendati begitu, bentrok belum bisa mereda. Bentrok berakhir ketika tim pemenganan JWS-Ivansa, Benny Ramdhani turun ke tempat kejadian dan meredam emosi massa pendukung dengan berbicara menggunakan pengeras suara milik polisi.
Akhirnya para pendukung JWS-Ivansa kembali ke rumah mereka masing-masing dengan tertib, namun aparat kepolisian masih berjaga-jaga untuk mencegah bentrokan susulan,
Dalam peristiwa ini. korban penikaman langsung dibawa ke rumah sakit Bethesda Tomohon sementara pelaku langsung ditangkap polisi.
(san)