Pedagang Pasar Blok A tolak pembangunan MRT
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:07 WIB
Pedagang Pasar Blok A tolak pembangunan MRT
A
A
A
Sindonews.com – Tidak semua program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disambut baik oleh warganya. Seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), yang mendapatkan penolakan dari pedagang Pasar Blok A.
Penolakan pedagang tersebut dilakukan dalam bentuk unjuk rasa di Pasar Blok A di jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, pedagang memaksa Gubernur DKI Jakarta untuk tidak melakukan pembangunan MRT di atas jalan.
Karena akan menyulitkan pedagang Pasar Blok A yang terbiasa melakuan aktivitas jual beli di jalan.
“Kami tudak menolak pembangunan MRT. Tapi, kami meminta kepada Gubernur DKI untuk melakukan pembangunan MRT di bawa tanah (subway),” kata Dagirsyah Dahlan, Sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Blok A. Rabu, 12/12. Di pasar Blok A, Rabu (12/12/2012).
Hal senada disampaikan Wiwien warga Fatmawati, jika stasiun MRT ditempatkan disekitar pasar tradisional, maka pedagang akan digeser sejauh 12 meter dari Ruas jalan dan itu akan sangat berpengaruh pada dagangan mereka.
"Kalau sampai stasiunnya akan ditempatkan dekat pasar, maka masyarakat pedagang bisa tergeser sejauh 12 meter dari jalan," keluhnya.
Mereka meminta pemerintah agar mematangkan lagi rencana pembangunan MRT, agar dampaknya tidak menyulitkan masyarakat khususnya mereka yang ada di pasar tradisional.
Penolakan pedagang tersebut dilakukan dalam bentuk unjuk rasa di Pasar Blok A di jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, pedagang memaksa Gubernur DKI Jakarta untuk tidak melakukan pembangunan MRT di atas jalan.
Karena akan menyulitkan pedagang Pasar Blok A yang terbiasa melakuan aktivitas jual beli di jalan.
“Kami tudak menolak pembangunan MRT. Tapi, kami meminta kepada Gubernur DKI untuk melakukan pembangunan MRT di bawa tanah (subway),” kata Dagirsyah Dahlan, Sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Blok A. Rabu, 12/12. Di pasar Blok A, Rabu (12/12/2012).
Hal senada disampaikan Wiwien warga Fatmawati, jika stasiun MRT ditempatkan disekitar pasar tradisional, maka pedagang akan digeser sejauh 12 meter dari Ruas jalan dan itu akan sangat berpengaruh pada dagangan mereka.
"Kalau sampai stasiunnya akan ditempatkan dekat pasar, maka masyarakat pedagang bisa tergeser sejauh 12 meter dari jalan," keluhnya.
Mereka meminta pemerintah agar mematangkan lagi rencana pembangunan MRT, agar dampaknya tidak menyulitkan masyarakat khususnya mereka yang ada di pasar tradisional.
(stb)