Infrastruktur pendidikan kurang, penggunaan DAK diperketat
Rabu, 12 Desember 2012 - 01:12 WIB
Infrastruktur pendidikan kurang, penggunaan DAK diperketat
A
A
A
Sindonews.com - Lantaran infrastruktur pendidikan yang masih kurang membuat Pemerintah Kota Tegal memperketat penggunaan dana alokasi khusus (DAK) setempat agar pengunaannya bisa efektif.
Wali Kota Tegal Ikmal Jaya dalam konferensi pers jelang Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakorkomwil III Apeksi) di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal mengatakan, pihak pemerintah tidak ingin gegabah dalam penggunaan DAK Pendidikan.
Saking hati-hatinya, ia selalu memantau penggunaan dana itu ke Dinas Pendidikan Kota Tegal.
"Saya telah meminta dinas pendidikan untuk benar hat-hati, daripada nanti kejeblos pada tindakan penyelewengan," ujar Ikmal didampingi Sekda Pemkot Tegal Edy Pranowo, di Tegal, Selasa (11/12/2012).
Dalam satu waktu, kata dia, proses lelang buku ia batalkan mengingat prosesnya yang kurang jelas atau kurang sesuai dengan aturan.
"Lelang buku saja terpaksa saya ulang. Karena melihat ada yang kurang jelas," terangnya.
Maka tidak heran jika dalam Rakorkomwil III Apeksi pada 12-13 Desember nanti, pembahasannya terfokus pada DAK Pendidikan. Adapun temanya adalah Mewujudkan Infrastruktur Pendidikan yang Memadai.
Terpilihnya tema itu karena sebagian besar daerah di Indonesia masih memiliki masalah yang berkaitan dengan infrastruktur pendidikan dan penyerapan anggarannya.
Hal ini sesuai dengan tujuan pembentukan Apeksi yakni membantu anggotanya mempercepat pelaksanaan otonomi daerah dan menciptakan iklim kondusif antarpemerintah daerah.
Wali Kota Tegal Ikmal Jaya dalam konferensi pers jelang Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakorkomwil III Apeksi) di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal mengatakan, pihak pemerintah tidak ingin gegabah dalam penggunaan DAK Pendidikan.
Saking hati-hatinya, ia selalu memantau penggunaan dana itu ke Dinas Pendidikan Kota Tegal.
"Saya telah meminta dinas pendidikan untuk benar hat-hati, daripada nanti kejeblos pada tindakan penyelewengan," ujar Ikmal didampingi Sekda Pemkot Tegal Edy Pranowo, di Tegal, Selasa (11/12/2012).
Dalam satu waktu, kata dia, proses lelang buku ia batalkan mengingat prosesnya yang kurang jelas atau kurang sesuai dengan aturan.
"Lelang buku saja terpaksa saya ulang. Karena melihat ada yang kurang jelas," terangnya.
Maka tidak heran jika dalam Rakorkomwil III Apeksi pada 12-13 Desember nanti, pembahasannya terfokus pada DAK Pendidikan. Adapun temanya adalah Mewujudkan Infrastruktur Pendidikan yang Memadai.
Terpilihnya tema itu karena sebagian besar daerah di Indonesia masih memiliki masalah yang berkaitan dengan infrastruktur pendidikan dan penyerapan anggarannya.
Hal ini sesuai dengan tujuan pembentukan Apeksi yakni membantu anggotanya mempercepat pelaksanaan otonomi daerah dan menciptakan iklim kondusif antarpemerintah daerah.
(ysw)