Kurangi konflik penegerian UPS, tim dibentuk
Selasa, 11 Desember 2012 - 03:00 WIB
Kurangi konflik penegerian UPS, tim dibentuk
A
A
A
Sindonews.com - Guna mengurangi konflik yang diakibatkan menguatnya tuntutan mahasiswa Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal, membuat pemegang kebijakan dan pihak terkait membentuk tim yakni Tim Penegerian UPS.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Edi Suripno mengatakan, situasi atas mengemukanya rencana penegerian kampus UPS harus segera dibahas bersama dengan pihak berwenang. Maka dari itulah, Tim Penegerian Kampus UPS dibentuk dengan anggotanya terdiri atas Yayasan Panca Sakti, Rektorat UPS, Pemerintah Kota Tegal, dan DPRD Kota Tegal.
"Pembentukan tim diharapkan bisa memperlancar rencana penegerian kampus," kata Edi, di kantor DPRD Kota Tegal, Senin 10 Desember 2012.
Menurutnya, keberadaan tim bisa meruncingkan kembali wacana penegerian kampus UPS yang sebelumnya berhembus kencang pada periode 2005. Sebab, pada tahun itu wacana penegerian hanya berhembus di kalangan internal kampus dan belum sampai keluar seperti sekarang.
Lantas pada 2012 ini wacana tersebut kembali dihembuskan dan melahirkan konflik. Di antaranya yakni munculnya aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa, baik yang terjadi di kampus, atau memblokir jalur Pantura hingga menggelar aksi besar-besaran di Kantor Pemkot Tegal beberapa waktu lalu.
Karena itulah, diharapkan pembentukan tim tersebut diharapkan bisa mengurangi konflik yang terus terjadi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Edi Suripno mengatakan, situasi atas mengemukanya rencana penegerian kampus UPS harus segera dibahas bersama dengan pihak berwenang. Maka dari itulah, Tim Penegerian Kampus UPS dibentuk dengan anggotanya terdiri atas Yayasan Panca Sakti, Rektorat UPS, Pemerintah Kota Tegal, dan DPRD Kota Tegal.
"Pembentukan tim diharapkan bisa memperlancar rencana penegerian kampus," kata Edi, di kantor DPRD Kota Tegal, Senin 10 Desember 2012.
Menurutnya, keberadaan tim bisa meruncingkan kembali wacana penegerian kampus UPS yang sebelumnya berhembus kencang pada periode 2005. Sebab, pada tahun itu wacana penegerian hanya berhembus di kalangan internal kampus dan belum sampai keluar seperti sekarang.
Lantas pada 2012 ini wacana tersebut kembali dihembuskan dan melahirkan konflik. Di antaranya yakni munculnya aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa, baik yang terjadi di kampus, atau memblokir jalur Pantura hingga menggelar aksi besar-besaran di Kantor Pemkot Tegal beberapa waktu lalu.
Karena itulah, diharapkan pembentukan tim tersebut diharapkan bisa mengurangi konflik yang terus terjadi.
(rsa)