Kediaman Boediono didemo mahasiswa
Minggu, 09 Desember 2012 - 13:52 WIB
Kediaman Boediono didemo mahasiswa
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) melakukan aksi unjukrasa terhadap Wakil Presiden Boediono di kediamannya.
Namun, belum sampai ke tujuan, massa tersebut sudah dihalau aparat kepolisian di Jalan Syamsu Rizal, Jakarta Pusat, tepat di ujung jalan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Massa yang tergabung dalam GMPI ini menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempercepat penetapan Boediono dan Sri Mulyani menjadi tersangka.
Menurut massa aksi, Boediono dan Srimulyani merupakan aktor yang sangat bertanggungjawab atas dana senilai 6,7 triliun dalam kasus bailout Bank Century.
"Tetapkan Boediono sebagai tersangka Rp6,7 triliun, adalah tanggung jawab Boediono dengan Sri Mulyani," ucap orator, di perempatan Jalan Syamsul Rizal, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2012).
Dalam aksinya, mereka juga menuntut hal ini untuk tidak terus dibiarkan. Karena, kasus-kasus yang akan mengakar di tubuh pemerintahan makin lama akan makin dapat terlupakan.
"KPK harus terus mengusut tuntas korupsi. Jangan sampai hal ini dibiarkan," tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Polisi terus berjaga di sekitar kawasan kediaman Wakil presiden RI. Hal itu dilakukan guna melakukan pengamanan terkait akan adanya aksi lanjutan. Polisi menyiagakan ratusan polisi legkap dengan baracuda.
Akibat aksi ini, kemacetan di Bundaran Taman Suropati, Jakarta Pusat, tak terelakkan.
Namun, belum sampai ke tujuan, massa tersebut sudah dihalau aparat kepolisian di Jalan Syamsu Rizal, Jakarta Pusat, tepat di ujung jalan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Massa yang tergabung dalam GMPI ini menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempercepat penetapan Boediono dan Sri Mulyani menjadi tersangka.
Menurut massa aksi, Boediono dan Srimulyani merupakan aktor yang sangat bertanggungjawab atas dana senilai 6,7 triliun dalam kasus bailout Bank Century.
"Tetapkan Boediono sebagai tersangka Rp6,7 triliun, adalah tanggung jawab Boediono dengan Sri Mulyani," ucap orator, di perempatan Jalan Syamsul Rizal, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2012).
Dalam aksinya, mereka juga menuntut hal ini untuk tidak terus dibiarkan. Karena, kasus-kasus yang akan mengakar di tubuh pemerintahan makin lama akan makin dapat terlupakan.
"KPK harus terus mengusut tuntas korupsi. Jangan sampai hal ini dibiarkan," tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Polisi terus berjaga di sekitar kawasan kediaman Wakil presiden RI. Hal itu dilakukan guna melakukan pengamanan terkait akan adanya aksi lanjutan. Polisi menyiagakan ratusan polisi legkap dengan baracuda.
Akibat aksi ini, kemacetan di Bundaran Taman Suropati, Jakarta Pusat, tak terelakkan.
(rsa)