Puting beliung, 1.050 rumah rusak
Minggu, 09 Desember 2012 - 12:59 WIB
Puting beliung, 1.050 rumah rusak
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan data hingga siang ini 1.050 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pada Jumat 7 Desember 2012 lalu. 145 diantaranya mengalami kerusakan berat, 301 rusak ringan, dan 604 mengalami kerusakan ringan.
Bencana puting beliung sendiri dialami di tiga kecamatan, yaitu Ngemplak, Depok, dan Kalasan. Namun, yang paling parah kerusakannya terjadi di Purwomartani, Kalasan, terutama di Padukuhan Bromonilan, terdapat tiga rumah roboh.
Gubernur Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mendatangi lokasi bencana pagi tadi mengatakan, untuk rumah yang mengalami kerusakan berat akan dibangun kembali dengan standar bangun 6 x 6, mirip dengan konstruksi bangunan korban bencana erupsi Merapi.
"Maunya warga itu apa, akan dibangunkan melewati pihak ketiga (kontraktor) atau gotongroyong. Standar bangunannya 6 x 6," kata Sri Sultan di lokasi bencana, DIY, Minggu (9/12/2012).
Sementara itu, Camat Kalasan Samsul Bahri mengatakan, status tanggap darurat di wilayah bencana puting beliung masih berlaku hingga Selasa 11 Desember 2012 mendatang.
"Awalnya tanggap bencana empat hari, tapi setelah dikoordinasikan disepakati lima hari, Surat Keputusan (SK) Bupati juga telah turun," paparnya.
Bencana puting beliung sendiri dialami di tiga kecamatan, yaitu Ngemplak, Depok, dan Kalasan. Namun, yang paling parah kerusakannya terjadi di Purwomartani, Kalasan, terutama di Padukuhan Bromonilan, terdapat tiga rumah roboh.
Gubernur Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mendatangi lokasi bencana pagi tadi mengatakan, untuk rumah yang mengalami kerusakan berat akan dibangun kembali dengan standar bangun 6 x 6, mirip dengan konstruksi bangunan korban bencana erupsi Merapi.
"Maunya warga itu apa, akan dibangunkan melewati pihak ketiga (kontraktor) atau gotongroyong. Standar bangunannya 6 x 6," kata Sri Sultan di lokasi bencana, DIY, Minggu (9/12/2012).
Sementara itu, Camat Kalasan Samsul Bahri mengatakan, status tanggap darurat di wilayah bencana puting beliung masih berlaku hingga Selasa 11 Desember 2012 mendatang.
"Awalnya tanggap bencana empat hari, tapi setelah dikoordinasikan disepakati lima hari, Surat Keputusan (SK) Bupati juga telah turun," paparnya.
(rsa)