Ada Robot bisa membatik?
Sabtu, 08 Desember 2012 - 01:30 WIB
Ada Robot bisa membatik?
A
A
A
Sindonews.com - Perajin batik tulis Tegal, Jawa Tengah (Jateng), kini tidak perlu lagi berlama-lama membuat batik tulis. Pasalnya, saat ini telah ada robot batik atau disebut Robatik yang merupakan karya salah satu sekolah menengah kejuruan setempat.
Robatik sendiri merupakan mesin pembatik tulis yang berfungsi untuk membatik secara cepat menggunakan sistem komputerisasi. Robatik akan menuliskan motif batik di atas selembar kain dalam waktu lima jam atau lebih cepat dari membuat batik tulis secara manual yang membutuhkan waktu tiga sampai empat hari per lembar kain.
Menurut Ketua Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Tegal Riswanto, perajin batik tulis asal Kota Tegal nantinya akan diperkenalkan dengan Robatik. Tujuannya adalah agar perajin bisa melek teknologi.
"Saat ini perkembangan teknologi amat pesat. Perajin batik tulis bisa memakai Robatik atau juga tetap manual. Tergantung selera. Sehingga batik tulis Tegal tambah maju," jelasnya di Kota Tegal, Jateng, Jumat (07/12/2012).
Menurutnya, dengan menggunakan Robatik, bukan berarti mengesampingkan batik tulis secara manual. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan batik tulis manakala membutuhkan kain batik dengan pola yang sama dalam waktu singkat. Karena hasil motitfnya tersimpan dalam file di komputer serta proses pembuatannya juga tidak memakan waktu lama.
"Tapi kalau bicara sentuhan seni. Jelas, manual lebih baik," ujar Riswanto.
Hal itu dimaksudkan pula untuk mengantisipasi batik produk China. Lantaran menurut pemerintah pada tahun depan produk China jenis apapun akan membanjiri Indonesia.
Sehingga, gempuran batik China tidak akan menyurutkan batik tulis Tegal untuk terus berkembang mengikuti zaman dan memenuhi tingginya permintaan.
Robatik sendiri merupakan mesin pembatik tulis yang berfungsi untuk membatik secara cepat menggunakan sistem komputerisasi. Robatik akan menuliskan motif batik di atas selembar kain dalam waktu lima jam atau lebih cepat dari membuat batik tulis secara manual yang membutuhkan waktu tiga sampai empat hari per lembar kain.
Menurut Ketua Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Tegal Riswanto, perajin batik tulis asal Kota Tegal nantinya akan diperkenalkan dengan Robatik. Tujuannya adalah agar perajin bisa melek teknologi.
"Saat ini perkembangan teknologi amat pesat. Perajin batik tulis bisa memakai Robatik atau juga tetap manual. Tergantung selera. Sehingga batik tulis Tegal tambah maju," jelasnya di Kota Tegal, Jateng, Jumat (07/12/2012).
Menurutnya, dengan menggunakan Robatik, bukan berarti mengesampingkan batik tulis secara manual. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan batik tulis manakala membutuhkan kain batik dengan pola yang sama dalam waktu singkat. Karena hasil motitfnya tersimpan dalam file di komputer serta proses pembuatannya juga tidak memakan waktu lama.
"Tapi kalau bicara sentuhan seni. Jelas, manual lebih baik," ujar Riswanto.
Hal itu dimaksudkan pula untuk mengantisipasi batik produk China. Lantaran menurut pemerintah pada tahun depan produk China jenis apapun akan membanjiri Indonesia.
Sehingga, gempuran batik China tidak akan menyurutkan batik tulis Tegal untuk terus berkembang mengikuti zaman dan memenuhi tingginya permintaan.
(maf)