Mendut dan Borobudur belum komplit
Sabtu, 08 Desember 2012 - 01:00 WIB
Mendut dan Borobudur belum komplit
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 1.525 batu lepas Candi Mendut, Kabupaten Magelang tidak bisa dipasang untuk disatukan dalam sebuah bangunan. Hal itu disebabkan pasangan batu-batu tersebut hilang dan rusak.
"Kami kesulitan untuk memasang batu tersebut. Untuk itu, diperkirakan akan selamanya menjadi batu lepas," kata koordinator juru pelihara Candi Mendut, Haryadi, Jumat 7 Desember 2012.
Menurut Haryadi, sebanyak 1.525 batu itu kini dibiarkan di halaman Candi Mendut. Sebagian batu-batu yang tidak dapat dipasang tersebut adalah batu gapura yang menjadi pintu masuk candi.
Batu-batu lepas di Candi Mendut ada diletakan di samping kiri pintu masuk. Ada yang sudah dibentuk menjadi sebuah tangga candi.
”Ada batu yang dahulu kala menyusun gapura. Tapi memang sudah hilang jadi tidak bisa disusun,” lanjutnya.
Hal serupa juga terjadi di Candi Borobudur, yang masih terdapat sekira 9.000 batu yang belum dipasang.
Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Yudi Suhartono mengatakan, sekarang ini batu tersebut disimpan di museum.
”Karena untuk memasang batu di candi ini dibutuhkan penelitian dan pencocokan antara batu satu dengan yang lainnya (Anastelosis). Karena setiap susunan batu harus menyambung sesuai dengan urutannya,” tutur Yudi.
Dari 9.000 batu tersebut, sekira 160 batu adalah batu berelief, yang sebagian diantaranya berelief rangkaian cerita. Hingga saat ini, baru 25 batu berelief yang dapat dipasang.
Kondisi itu menjadi kendala terutama peneliti sejarah maupun simbol yang terdapat pada candi.
”Kalau sudah dipasang mungkin bisa nyambung ceritanya,” ungkapnya.
Disampaikannya, batu-batu tersebut diduga merupakan penemuan warga yang sempat hilang sebelum dilakukan pemugaran.
”Dulu warga sekitar yang sedang menggembala biasa pulang dengan membawa batu candi, dulu mungkin mereka mengira batu-batu ini tidak berguna,” tandasnya.
"Kami kesulitan untuk memasang batu tersebut. Untuk itu, diperkirakan akan selamanya menjadi batu lepas," kata koordinator juru pelihara Candi Mendut, Haryadi, Jumat 7 Desember 2012.
Menurut Haryadi, sebanyak 1.525 batu itu kini dibiarkan di halaman Candi Mendut. Sebagian batu-batu yang tidak dapat dipasang tersebut adalah batu gapura yang menjadi pintu masuk candi.
Batu-batu lepas di Candi Mendut ada diletakan di samping kiri pintu masuk. Ada yang sudah dibentuk menjadi sebuah tangga candi.
”Ada batu yang dahulu kala menyusun gapura. Tapi memang sudah hilang jadi tidak bisa disusun,” lanjutnya.
Hal serupa juga terjadi di Candi Borobudur, yang masih terdapat sekira 9.000 batu yang belum dipasang.
Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Yudi Suhartono mengatakan, sekarang ini batu tersebut disimpan di museum.
”Karena untuk memasang batu di candi ini dibutuhkan penelitian dan pencocokan antara batu satu dengan yang lainnya (Anastelosis). Karena setiap susunan batu harus menyambung sesuai dengan urutannya,” tutur Yudi.
Dari 9.000 batu tersebut, sekira 160 batu adalah batu berelief, yang sebagian diantaranya berelief rangkaian cerita. Hingga saat ini, baru 25 batu berelief yang dapat dipasang.
Kondisi itu menjadi kendala terutama peneliti sejarah maupun simbol yang terdapat pada candi.
”Kalau sudah dipasang mungkin bisa nyambung ceritanya,” ungkapnya.
Disampaikannya, batu-batu tersebut diduga merupakan penemuan warga yang sempat hilang sebelum dilakukan pemugaran.
”Dulu warga sekitar yang sedang menggembala biasa pulang dengan membawa batu candi, dulu mungkin mereka mengira batu-batu ini tidak berguna,” tandasnya.
(rsa)