Sungai Rawas meluap, belasan desa terendam
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:48 WIB
Sungai Rawas meluap, belasan desa terendam
A
A
A
Sindonews.com – Curah hujan yang tinggi dalam satu bulan terakhir menyebabkan debit air Sungai Rawas meluap. Akibatnya rumah warga di Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) terendam hingga 1,5 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam banjir tahunan tersebut. Namun, para warga sibuk mengangkut peralatan rumah tangga seperti elektronik ketika air masuk ke pemukiman rumah mereka.
Air menggenangi kecamatan Karang Dapo di enam desa dan satu kelurahan yakni Karang Dapo, Karang Dapo I, Kertasari, Rantau Kadam, Biaro Lamo, Biaro Baru dan Kelurahan Karang Dapo.
Sedangkan di Kecamatan Rawas Ilir luapan air sungai menggenangi tujuh desa dan satu Kelurahan yakni, i Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belaning, Batu Kucing, Pauh, Pauh I, dan Kelurahan Bingin Teluk.
Genangan air sungai terjadi hampir setiap hari bahkan bila hujan turun lebat membuat air Sungai Rawas naik hingga menggenangi pemukiman.
Banjir di dua Kecamatan ini merupakan bencana tahunan dan sudah menjadi langganan bagi warga yang tinggal sekitar aliran sungai.
Camat Karang Dapo, Firdaus menjelaskan hingga sekarang luapan air sungai masih menggenangi beberapa pemukiman warga. Namun ketinggiannya mulai berkurang.
"Di setiap desa sudah ada posko. Jadi mereka yang rumahnya tergenang bisa mengungsi sementara ke posko. Tapi yang namanya banjir di sepanjang aliran Sungai Rawas sudah menjadi langganan," ujar Firdaus, Kamis (6/12/2012).
Sementara itu Camat Rawas Ilir, Rehal Ikmal mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kades dan ketua RT untuk mengimbau warganya masing-masing, mewaspadai banjir tahunan yang akan menyerang pemukiman.
Warga yang tinggal disepanjang banjir agar segera pindah ke posko pengungsian hingga menunggu genangan air turun.
“Sebelum air masuk dipemukiman warga langsung mengungsi di tempat teraman dan menyelamatkan barang-barang yang penting di rumahnya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mura, Susilawati menegaskan pihaknya sudah menyiapkan posko induk di lokasi tersebut yakni di kecamatan. Dinsos juga menyiapkan petugasnya bila sewaktu-waktu diperlukan.
Tidak ada korban jiwa dalam banjir tahunan tersebut. Namun, para warga sibuk mengangkut peralatan rumah tangga seperti elektronik ketika air masuk ke pemukiman rumah mereka.
Air menggenangi kecamatan Karang Dapo di enam desa dan satu kelurahan yakni Karang Dapo, Karang Dapo I, Kertasari, Rantau Kadam, Biaro Lamo, Biaro Baru dan Kelurahan Karang Dapo.
Sedangkan di Kecamatan Rawas Ilir luapan air sungai menggenangi tujuh desa dan satu Kelurahan yakni, i Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belaning, Batu Kucing, Pauh, Pauh I, dan Kelurahan Bingin Teluk.
Genangan air sungai terjadi hampir setiap hari bahkan bila hujan turun lebat membuat air Sungai Rawas naik hingga menggenangi pemukiman.
Banjir di dua Kecamatan ini merupakan bencana tahunan dan sudah menjadi langganan bagi warga yang tinggal sekitar aliran sungai.
Camat Karang Dapo, Firdaus menjelaskan hingga sekarang luapan air sungai masih menggenangi beberapa pemukiman warga. Namun ketinggiannya mulai berkurang.
"Di setiap desa sudah ada posko. Jadi mereka yang rumahnya tergenang bisa mengungsi sementara ke posko. Tapi yang namanya banjir di sepanjang aliran Sungai Rawas sudah menjadi langganan," ujar Firdaus, Kamis (6/12/2012).
Sementara itu Camat Rawas Ilir, Rehal Ikmal mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kades dan ketua RT untuk mengimbau warganya masing-masing, mewaspadai banjir tahunan yang akan menyerang pemukiman.
Warga yang tinggal disepanjang banjir agar segera pindah ke posko pengungsian hingga menunggu genangan air turun.
“Sebelum air masuk dipemukiman warga langsung mengungsi di tempat teraman dan menyelamatkan barang-barang yang penting di rumahnya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mura, Susilawati menegaskan pihaknya sudah menyiapkan posko induk di lokasi tersebut yakni di kecamatan. Dinsos juga menyiapkan petugasnya bila sewaktu-waktu diperlukan.
(ysw)