Kondisi Sungai Cibasale memprihatinkan
Rabu, 05 Desember 2012 - 18:48 WIB
Kondisi Sungai Cibasale memprihatinkan
A
A
A
Sindonews.com - Sungai Cibasale yang melintasi pemukiman padat penduduk di Desa Paningkiran menuju Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumerjaya, Kabupaten Majalengka, kondisinya saat ini memprihatinkan. Pasalnya, di sungai tersebut kini dipenuhi dengan tumpukkan berbagai macam sampah.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukkan sampah tersebut juga memicu pendangkalan di sungai yang mengalir ke daerah Kabupaten Cirebon itu. Kedalaman sungai saat ini hanya berkisar sekitar 1,5 meter, dari sebelumnya mencapai 3,5 meter dengan lebar sekira lima meter.
Ketua RT 04, Desa Panjalin Kidul, Iing Wasikin mengatakan beberapa tahun ke belakang, sungai tersebut seringkali dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga warga sekitar. Namun, seiring kondisi sungai yang memprihatinkan, kini warga enggan untuk melakukan aktivitas di sungai itu.
“Dulu, sekitar dua tahun lalu, sungai ini bisa digunakan masyarakat setempat dan anak-anak untuk mandi. Bahkan untuk mencuci peralatan dapur dan pakaian juga warga memanfaatkan sungai ini, “jelas Iing kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Salah seorang warga, Idin mengaku tidak nyaman dengan kondisi sungai tersebut. Diakui dia, akibat menumpuknya sampah, menimbulkan bau yang tidak sedap bagi warga sekitar.
“Dulu banyak orang yang mancing di sini, karena memang ikannya banyak. Tapi sekarang, yang melintas saja enggan karena bau tidak sedap,” papar dia.
Sementara itu, kepala desa (Kades) Panjalin Kidul, Dudung Abdullah Yasin mengatakan tumpukkan sampah tersebut dipicu dari masih minimnya kesadaran sebagian warga. Dudung tidak menampik anggapan bahwa masih ada sebagian warga yang membuang sampah di sungai.
“Memang, ini juga dipengaruhi oleh faktor alam. Tidak semuanya sampah dari rumah tangga, melainkan ada sampah-sampah dari pepohonan yang ada di bantaran sungai ini,” papar dia.
Dijelaskan dia, untuk menghindari semakin parahnya kondisi sungai tersebut, pihaknya beberapa kali melakukan gotong royong untuk membersihkan sungai tersebut. Namun, dikarenakan peralatan yang digunakan relatif sederhana, hasilnya kurang maksimal.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukkan sampah tersebut juga memicu pendangkalan di sungai yang mengalir ke daerah Kabupaten Cirebon itu. Kedalaman sungai saat ini hanya berkisar sekitar 1,5 meter, dari sebelumnya mencapai 3,5 meter dengan lebar sekira lima meter.
Ketua RT 04, Desa Panjalin Kidul, Iing Wasikin mengatakan beberapa tahun ke belakang, sungai tersebut seringkali dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga warga sekitar. Namun, seiring kondisi sungai yang memprihatinkan, kini warga enggan untuk melakukan aktivitas di sungai itu.
“Dulu, sekitar dua tahun lalu, sungai ini bisa digunakan masyarakat setempat dan anak-anak untuk mandi. Bahkan untuk mencuci peralatan dapur dan pakaian juga warga memanfaatkan sungai ini, “jelas Iing kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Salah seorang warga, Idin mengaku tidak nyaman dengan kondisi sungai tersebut. Diakui dia, akibat menumpuknya sampah, menimbulkan bau yang tidak sedap bagi warga sekitar.
“Dulu banyak orang yang mancing di sini, karena memang ikannya banyak. Tapi sekarang, yang melintas saja enggan karena bau tidak sedap,” papar dia.
Sementara itu, kepala desa (Kades) Panjalin Kidul, Dudung Abdullah Yasin mengatakan tumpukkan sampah tersebut dipicu dari masih minimnya kesadaran sebagian warga. Dudung tidak menampik anggapan bahwa masih ada sebagian warga yang membuang sampah di sungai.
“Memang, ini juga dipengaruhi oleh faktor alam. Tidak semuanya sampah dari rumah tangga, melainkan ada sampah-sampah dari pepohonan yang ada di bantaran sungai ini,” papar dia.
Dijelaskan dia, untuk menghindari semakin parahnya kondisi sungai tersebut, pihaknya beberapa kali melakukan gotong royong untuk membersihkan sungai tersebut. Namun, dikarenakan peralatan yang digunakan relatif sederhana, hasilnya kurang maksimal.
(ysw)