Buruh ancam mogok nasional 10 Januari 2013
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:42 WIB
Buruh ancam mogok nasional 10 Januari 2013
A
A
A
Sindonews.com - Aksi Mogok Nasional (Monas) jilid II, yang rencananya akan dilakukan 10 Januari 2012 merupakan buntut dari ketidakberpihakan pemerintah terhadap kaum pekerja.
Rencana aksi ini, semakin mendapat dukungan dari semua organisasi buruh setelah terjadi intimidasi dan kriminalisasi aktivis buruh, baik oleh aparatur negara, maupun perusahaan asing melalui orang bayaran.
"Aksi ini akan kita lakukan diseluruh Indonesia, dengan 10 juta massa buruh di 21 provinsi," ujar Presiden KSPSI Andi Gani Naniwea di depan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Jika pemerintah tidak segera merelaisasakan tuntutan buruh pada aksi kali ini, dia mengancam, kaum pekerja di seluruh Indonesia siap melancarkan Monas jilid II.
Dia menuturkan, jika sehari aksi ini dilakukan negara akan menderita kerugian sebesar Rp120 triliun. Apalagi yang direncanakan aksi ini akan berlangsung tiga hari.
"Jangan sampai buruh melakukan aksi mogok nasional jilid II, karena jika itu dilakukan akan terjadi kerugian Rp120 triliun dalam satu hari, kita rencananya akan lakukan aksi ini selama tiga hari," terangnya.
Rencana aksi ini, semakin mendapat dukungan dari semua organisasi buruh setelah terjadi intimidasi dan kriminalisasi aktivis buruh, baik oleh aparatur negara, maupun perusahaan asing melalui orang bayaran.
"Aksi ini akan kita lakukan diseluruh Indonesia, dengan 10 juta massa buruh di 21 provinsi," ujar Presiden KSPSI Andi Gani Naniwea di depan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Jika pemerintah tidak segera merelaisasakan tuntutan buruh pada aksi kali ini, dia mengancam, kaum pekerja di seluruh Indonesia siap melancarkan Monas jilid II.
Dia menuturkan, jika sehari aksi ini dilakukan negara akan menderita kerugian sebesar Rp120 triliun. Apalagi yang direncanakan aksi ini akan berlangsung tiga hari.
"Jangan sampai buruh melakukan aksi mogok nasional jilid II, karena jika itu dilakukan akan terjadi kerugian Rp120 triliun dalam satu hari, kita rencananya akan lakukan aksi ini selama tiga hari," terangnya.
(san)