Tolak premanisme, FSPMI demo Kedubes Korea
Rabu, 05 Desember 2012 - 15:15 WIB
Tolak premanisme, FSPMI demo Kedubes Korea
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia (FSPMI) hari ini turun ke jalan, menggelar aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Korea, Jalan M.H Thamrin. Aksi dimulai dengan melakukan longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Dalam aksinya, sekira 20.000 massa FSPMI menuntut dihapusnya outsourching, stop kriminalisasi buruh, dan pemberian upah yang layak bagi buruh.
Tuntutan itu, mereka tujukan pada perusahaan dan pemerintah, agar mereka mendapat penghidupan yang layak dan bebas berserikat di negara yang mengaku berasaskan demokrasi ini.
"Kami menuntut penghapusan Outsourcing, kriminalisme aktivis buruh, dan pemberian upah yang layak," ungkap Sunario, salah satu anggota FSMPI, kepada Sindonews di depan kedutaan Korea, Jakarta, Rabu (5/11/2012).
Menurutnya, kriminalisme yang dilakukan preman terhadap buruh atas nama ormas, merupakan orang bayaran pihak Samsung yang berlokasi di Bekasi.
"Kami datang di Kedutaan (Besar) Korea menuntut perusahaan Samsung yang membayar preman untuk mengintimidasi buruh," terangnya.
Dalam aksinya, sekira 20.000 massa FSPMI menuntut dihapusnya outsourching, stop kriminalisasi buruh, dan pemberian upah yang layak bagi buruh.
Tuntutan itu, mereka tujukan pada perusahaan dan pemerintah, agar mereka mendapat penghidupan yang layak dan bebas berserikat di negara yang mengaku berasaskan demokrasi ini.
"Kami menuntut penghapusan Outsourcing, kriminalisme aktivis buruh, dan pemberian upah yang layak," ungkap Sunario, salah satu anggota FSMPI, kepada Sindonews di depan kedutaan Korea, Jakarta, Rabu (5/11/2012).
Menurutnya, kriminalisme yang dilakukan preman terhadap buruh atas nama ormas, merupakan orang bayaran pihak Samsung yang berlokasi di Bekasi.
"Kami datang di Kedutaan (Besar) Korea menuntut perusahaan Samsung yang membayar preman untuk mengintimidasi buruh," terangnya.
(san)