Polisi cokok begal motor
Selasa, 04 Desember 2012 - 11:23 WIB
Polisi cokok begal motor
A
A
A
Sindonews.com – Aksi petualangan Ade bin Jasmara (34) sebagai perampok sepeda motor berakhir di teralis besi Polsek Kelapa Gading. Pasalnya, penjahat kambuhan ini tertangkap ketika sedang melakukan aksi kejahatannya.
Ade melakukan aksinya kemarin malam. Saat itu pelaku bersama tiga orang rekannya menggunakan dua sepeda motor memepet korban di Jalan Pegangsaan, Kelapa Gading Jakarta Utara. Sambil berteriak, kawanan perampok ini memaksa korbannya untuk turun serta menyerahkan kunci kontak.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Ardiyanto Tedjo mengatakan Petugas Polsek Kelapa Gading mendapatkan info mengenai pencurian motor sekitar pukul 02.45 WIB. Korbannya yang bernama Khairul sempat melawan sehingga mengakibatkan tangan kanannya mengalami luka tebas.
Dari keterangan korban yang cukup detail, petugas akhirnya melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Ade berhasil ditangkap ketika sedang nongkrong 3 kilometer dari lokasi kejadian,. Sedangkan pelaku lainnya berhasil lepas dari sergapan petugas,” kata Kapolsek di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2012) pagi.
Dari lokasi penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan sepeda motor milik korban. Pada saat aksi penangkapan, seorang pelaku berhasil melarikan diri. Sedangkan Ade memilih untuk menyerah, setelahnya petugas memberikan tembakan peringatan.
“Satu pelaku nekad melarikan diri, sementara Ade memilih menyerah setelah mendengar suara tembakan ke udara. Ade yang menggunakan motor Supra X silver merah dengan nopol B 3153 TNS tidak berkutik lagi lantararan ketakutan mendengar suara peluru," tuturnya.
Dari tangan Ade disita satu unit motor Satria milik korban, yang ditinggalkan oleh pelaku dan satu unit motor Supra X yang digunakan pelaku untuk merampok, berikut uang tunai sebesar Rp1.300 ribu. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Sementara itu kepada petugas, pelaku mengaku sudah sering melakukan aksi kejahatan tersebut. Untuk melancarkan aksinya, kawanan pelaku ini mengikuti calon korban. Setibanya di lokasi yang sepi dan penerangan yang terbatas, kawanan pelaku langsung beraksi.
"Selama lima bulan melakukan ini saya tidak pernah menyakiti korban, sebab hampir semua korban menyerahkan kendaraannya ketika diminta," tuturnya.
Ade melakukan aksinya kemarin malam. Saat itu pelaku bersama tiga orang rekannya menggunakan dua sepeda motor memepet korban di Jalan Pegangsaan, Kelapa Gading Jakarta Utara. Sambil berteriak, kawanan perampok ini memaksa korbannya untuk turun serta menyerahkan kunci kontak.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Ardiyanto Tedjo mengatakan Petugas Polsek Kelapa Gading mendapatkan info mengenai pencurian motor sekitar pukul 02.45 WIB. Korbannya yang bernama Khairul sempat melawan sehingga mengakibatkan tangan kanannya mengalami luka tebas.
Dari keterangan korban yang cukup detail, petugas akhirnya melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Ade berhasil ditangkap ketika sedang nongkrong 3 kilometer dari lokasi kejadian,. Sedangkan pelaku lainnya berhasil lepas dari sergapan petugas,” kata Kapolsek di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2012) pagi.
Dari lokasi penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan sepeda motor milik korban. Pada saat aksi penangkapan, seorang pelaku berhasil melarikan diri. Sedangkan Ade memilih untuk menyerah, setelahnya petugas memberikan tembakan peringatan.
“Satu pelaku nekad melarikan diri, sementara Ade memilih menyerah setelah mendengar suara tembakan ke udara. Ade yang menggunakan motor Supra X silver merah dengan nopol B 3153 TNS tidak berkutik lagi lantararan ketakutan mendengar suara peluru," tuturnya.
Dari tangan Ade disita satu unit motor Satria milik korban, yang ditinggalkan oleh pelaku dan satu unit motor Supra X yang digunakan pelaku untuk merampok, berikut uang tunai sebesar Rp1.300 ribu. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Sementara itu kepada petugas, pelaku mengaku sudah sering melakukan aksi kejahatan tersebut. Untuk melancarkan aksinya, kawanan pelaku ini mengikuti calon korban. Setibanya di lokasi yang sepi dan penerangan yang terbatas, kawanan pelaku langsung beraksi.
"Selama lima bulan melakukan ini saya tidak pernah menyakiti korban, sebab hampir semua korban menyerahkan kendaraannya ketika diminta," tuturnya.
(stb)