Kebijakan PNS berbaju Betawi dipuji
Minggu, 02 Desember 2012 - 18:17 WIB
Kebijakan PNS berbaju Betawi dipuji
A
A
A
Sindonews.com - Kebijakan baru Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Tahun 2013, yang mewajibkan seluruh PNS mengenakan pakaian adat Betawi dinilai sangat menarik. Karena akan berdampak secara kultural dan ekonomi.
Pengamat Kebijakan Publik Yayat Supriyatna menjelaskan, dilihat dari segi kultural, Betawi disimbolkan dengan budaya ramah, mudah berbaur dan tidak kaku. Jadi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) senantiasa ramah melayani masyarakat. Birokrasi yang terkesan cuek dan kaku akan hilang.
"Kebijakan Jokowi menarik. Jika dilihat dari segi kultural akan berdampak pada pelayanan birokrasi. Mengenakan baju betawi, secara kultur PNS lebih ramah, lebih akrab. Jadi para pejabat kita tidak terkesan kaku," ujar Yayat saat dihubungi Sindonews.com di Jakarta, Minggu (2/12/2012).
Selain memasukkan unsur kultural yang berpengaruh pada pelayanan birokrasi, kebijakan ini akan mengembangkan sisi ekonomi kerakyatan. Misalnya tumbuhnya industri kecil seperti konveksi masyarakat.
Selain itu akan meningkatkan daya kreatif masyarakat. Karena masyarakat akan berlomba membuat desain baju Betawi yang cocok dikenakan oleh para PNS.
Yayat juga menambahkan dengan adanya inovasi ini, akan adanya terobosan baru. Misalnya Pemprov dapat bekerja sama dengan koperasi, untuk mendistribusikan pakaian yang pas agar diseragamkan oleh seluruh PNS.
"DKI bisa bekerja sama dengan Koperasi, sehingga timbul usaha bisnis yang baru. Tentu saja menguntungkan dari segi ekonomi," imbuhnya.
Sebelumnya, saat menghadiri acara silaturahmi RT, RW, LMK, PKK serta dewan kota, Jokowi akan membuat terobosan baru. Setiap hari Rabu sekitar 68 ribu PNS Ibu Kota akan mengenakan pakaian adat Betawi. Hal ini Jokowi lakukan agar Betawi tetap terjaga kelestariannya di tanah kelahirannya.
Pengamat Kebijakan Publik Yayat Supriyatna menjelaskan, dilihat dari segi kultural, Betawi disimbolkan dengan budaya ramah, mudah berbaur dan tidak kaku. Jadi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) senantiasa ramah melayani masyarakat. Birokrasi yang terkesan cuek dan kaku akan hilang.
"Kebijakan Jokowi menarik. Jika dilihat dari segi kultural akan berdampak pada pelayanan birokrasi. Mengenakan baju betawi, secara kultur PNS lebih ramah, lebih akrab. Jadi para pejabat kita tidak terkesan kaku," ujar Yayat saat dihubungi Sindonews.com di Jakarta, Minggu (2/12/2012).
Selain memasukkan unsur kultural yang berpengaruh pada pelayanan birokrasi, kebijakan ini akan mengembangkan sisi ekonomi kerakyatan. Misalnya tumbuhnya industri kecil seperti konveksi masyarakat.
Selain itu akan meningkatkan daya kreatif masyarakat. Karena masyarakat akan berlomba membuat desain baju Betawi yang cocok dikenakan oleh para PNS.
Yayat juga menambahkan dengan adanya inovasi ini, akan adanya terobosan baru. Misalnya Pemprov dapat bekerja sama dengan koperasi, untuk mendistribusikan pakaian yang pas agar diseragamkan oleh seluruh PNS.
"DKI bisa bekerja sama dengan Koperasi, sehingga timbul usaha bisnis yang baru. Tentu saja menguntungkan dari segi ekonomi," imbuhnya.
Sebelumnya, saat menghadiri acara silaturahmi RT, RW, LMK, PKK serta dewan kota, Jokowi akan membuat terobosan baru. Setiap hari Rabu sekitar 68 ribu PNS Ibu Kota akan mengenakan pakaian adat Betawi. Hal ini Jokowi lakukan agar Betawi tetap terjaga kelestariannya di tanah kelahirannya.
(stb)