Rawat inap gratis di Puskesmas terancam urung
Sabtu, 01 Desember 2012 - 03:34 WIB
Rawat inap gratis di Puskesmas terancam urung
A
A
A
Sindonews.com - Program peningkatan pelayanan kesehatan tahun 2013 di Yogyakarta tidak semua dapat terlaksana. Salah satunya program rawat inap gratis di Puskesmas. Alasannya, biaya pelayanan kesehatan dalam KUA PPAS APBD 2013 terbatas.
Berdasarkan estimsi anggaran untuk pelayanan kesehatan tahun 2013, mencapai Rp28 miliar rupiah. Terdiri dari Jamkes Rp24 miliar, dan rawat inap gratis di Puskesmas Rp4 miliar. DPRD dan Pemkot Yogyakarta sendiri hingga sekarang masih melakukan pembahasan anggaran untuk kepentingan tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Yogyakarta Sujanarko mengatakan, terealisasi atau tidak program rawat inap gratis di Puskesmas bagi warga Yogyakarta ini, tergantung dengan ketersediaan anggaran. Jika anggaran ada, pastinya akan terlaksana. Namun bila anggaran tidak mencukupi, untuk mewujdukan program itu, perlu mencari alternatif dari pembiayaan anggaran lain.
“Karena itulah, kami dan TAPD pemkot Yogyakarta saat ini sedang mengodong anggaran untuk pos tersebut,” kata Sujanarko, Jumat 30 November 2012.
Sujarnarko menjelaskan, besarnya anggaran bukan hanya untuk pembiayaan kesehatan warga. Namun juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga operasional di Puskesmas, maupun kantor Jamkesda. Terutama, tenaga information technology (IT) dan operasional computer.
“Penyiapan tenaga ini sangat penting, sebab nantinya dalam pelayanan kesehatan memakai sistem komputerisasi. Sehingga semua unit pelayanan kesehatan akan terintegral atau menyatu,” papar politisi PDIP ini.
Sujanarko menambahkan, untuk pelayanan jaminan kesehatan (Jamkes) 2013 nanti, dapat terlayani di seluruh rumah sakit yang bermitra dengan pemkot Yogyakarta. Termasuk di RSUP Sardjito. Pelayanan sendiri sudah dapat dimulai pada bulan Desember ini, hanya saja untuk tahap awal, baru dapat terlayani di RSUD Yogyakarta.
“Karena sudah terintegral, maka nantinya warga bisa mendapatkan pelayanan di semua rumah sakit provider,” jelasnya.
Warga Prawirodirjan, Gondomanan, Sudarto (50) mengaku sangat senang dengan program tersebut. Karena itu, jika sudah ada keputusan, maka pemkot diminta segera menyosialisasikan kebijakan tersebut. Sebab program ini akan sangat membantu dan meringankan warga, terutama dalam layanan kesehatan.
Berdasarkan estimsi anggaran untuk pelayanan kesehatan tahun 2013, mencapai Rp28 miliar rupiah. Terdiri dari Jamkes Rp24 miliar, dan rawat inap gratis di Puskesmas Rp4 miliar. DPRD dan Pemkot Yogyakarta sendiri hingga sekarang masih melakukan pembahasan anggaran untuk kepentingan tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Yogyakarta Sujanarko mengatakan, terealisasi atau tidak program rawat inap gratis di Puskesmas bagi warga Yogyakarta ini, tergantung dengan ketersediaan anggaran. Jika anggaran ada, pastinya akan terlaksana. Namun bila anggaran tidak mencukupi, untuk mewujdukan program itu, perlu mencari alternatif dari pembiayaan anggaran lain.
“Karena itulah, kami dan TAPD pemkot Yogyakarta saat ini sedang mengodong anggaran untuk pos tersebut,” kata Sujanarko, Jumat 30 November 2012.
Sujarnarko menjelaskan, besarnya anggaran bukan hanya untuk pembiayaan kesehatan warga. Namun juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga operasional di Puskesmas, maupun kantor Jamkesda. Terutama, tenaga information technology (IT) dan operasional computer.
“Penyiapan tenaga ini sangat penting, sebab nantinya dalam pelayanan kesehatan memakai sistem komputerisasi. Sehingga semua unit pelayanan kesehatan akan terintegral atau menyatu,” papar politisi PDIP ini.
Sujanarko menambahkan, untuk pelayanan jaminan kesehatan (Jamkes) 2013 nanti, dapat terlayani di seluruh rumah sakit yang bermitra dengan pemkot Yogyakarta. Termasuk di RSUP Sardjito. Pelayanan sendiri sudah dapat dimulai pada bulan Desember ini, hanya saja untuk tahap awal, baru dapat terlayani di RSUD Yogyakarta.
“Karena sudah terintegral, maka nantinya warga bisa mendapatkan pelayanan di semua rumah sakit provider,” jelasnya.
Warga Prawirodirjan, Gondomanan, Sudarto (50) mengaku sangat senang dengan program tersebut. Karena itu, jika sudah ada keputusan, maka pemkot diminta segera menyosialisasikan kebijakan tersebut. Sebab program ini akan sangat membantu dan meringankan warga, terutama dalam layanan kesehatan.
(san)