Antisipasi bencana di Jabar minim
Jum'at, 30 November 2012 - 15:43 WIB
Antisipasi bencana di Jabar minim
A
A
A
Sindonews.com - Besarnya potensi bencana longsor di Jawa Barat (Jabar) ternyata kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
Kondisi ini Membuat Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jabar gerah, padahal Jabar sudah disodori peta rawan bencana.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyatakan tanah longsor menempati urutan teratas dari daftar bencana yang ada di Jawa Barat.
Untuk itu, Surono berharap Pemerintah Provinsi Jabar bisa mengantisipasi longsor. Terlebih saat ini Jabar baru memasuki musim hujan, di mana longsor biasa terjadi.
Beberapa tempat sudah terjadi longsor yang menimbulkan korban jiwa, misalnya di Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.
"Jabar ini selalu nomor satunya longsor. Kalau dipetakan ancaman geologi di Jabar longsor pasti terjadi di musim hujan," kata Surono di kantornya, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, jika Pemprov Jabar, maupun pemerintah kabupaten/kota berhasil menekan jumlah longsor, maka setengahnya bencana yang ada di Jabar bisa diatasi.
Tetapi memasuki musim hujan kali ini, Surono belum melihat upaya sosialisasi untuk mengantisipasi bencana, khususnya longsor. Padahal, PVMBG sudah bekerja sama untuk membuat peta rawan bencana dengan Dinas Pertambangan dan Energi pada 2002-2003.
Dalam peta ini dipetakan seluruh peta rawan bencana longsor di kabupaten/kota di Jabar, bahkan hingga dipetakan sampai ke kecamatan.
"Saya enggak tahu sekarang provinsi tidak begitu gencar (sosialisasi). Malah sekarang terbalik, kabupaten yang melakukan sosialisasi sendiri-sendiri. Bagus juga itu, tapi program push dari provinsi enggak ada," ungkapnya.
Maka Surono menyarankan supaya pihak terkait maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan peta rawan bencana sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat. Dalam peta itu dijelaskan daerah mana yang pernah terjadi longsor.
Kondisi ini Membuat Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jabar gerah, padahal Jabar sudah disodori peta rawan bencana.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyatakan tanah longsor menempati urutan teratas dari daftar bencana yang ada di Jawa Barat.
Untuk itu, Surono berharap Pemerintah Provinsi Jabar bisa mengantisipasi longsor. Terlebih saat ini Jabar baru memasuki musim hujan, di mana longsor biasa terjadi.
Beberapa tempat sudah terjadi longsor yang menimbulkan korban jiwa, misalnya di Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.
"Jabar ini selalu nomor satunya longsor. Kalau dipetakan ancaman geologi di Jabar longsor pasti terjadi di musim hujan," kata Surono di kantornya, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, jika Pemprov Jabar, maupun pemerintah kabupaten/kota berhasil menekan jumlah longsor, maka setengahnya bencana yang ada di Jabar bisa diatasi.
Tetapi memasuki musim hujan kali ini, Surono belum melihat upaya sosialisasi untuk mengantisipasi bencana, khususnya longsor. Padahal, PVMBG sudah bekerja sama untuk membuat peta rawan bencana dengan Dinas Pertambangan dan Energi pada 2002-2003.
Dalam peta ini dipetakan seluruh peta rawan bencana longsor di kabupaten/kota di Jabar, bahkan hingga dipetakan sampai ke kecamatan.
"Saya enggak tahu sekarang provinsi tidak begitu gencar (sosialisasi). Malah sekarang terbalik, kabupaten yang melakukan sosialisasi sendiri-sendiri. Bagus juga itu, tapi program push dari provinsi enggak ada," ungkapnya.
Maka Surono menyarankan supaya pihak terkait maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan peta rawan bencana sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat. Dalam peta itu dijelaskan daerah mana yang pernah terjadi longsor.
(ysw)