Santap roti, 5 siswa SD keracunan
Rabu, 28 November 2012 - 21:45 WIB
Santap roti, 5 siswa SD keracunan
A
A
A
Sindonews.com - Gara-gara jajan sembarangan, lima siswa SDN Campursari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung dilariukan ke rumah sakit.
Kelima bocah tersebut diduga keracunan setelah menyantap roti yang dijual di kantin sekoah.
Salah seorang guru SDN Campursari, Kanti Sukaryati mengatakan, tiga siswa tersebut yakni Aprilian, Muhammad Ikhsan, dan Setyo Aji. Sedangkan dua lainnya Wisnu Aris Setyono dan Sandi Nur Aryanto dibawa ke Puskesmas Bulu.
Dia memaparkan, sekira pukul 07.30 WIB, saat mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam mereka mengeluh sakit perut, badan lemas, pusing dan mual.
"Mengetahui ada gejala keracunan, kemudian mereka dibawa pihak sekolah ke Puskesmas Bulu untuk mendapatkan perawatan medis," katanya di sekolah, Rabu (28/11/2012).
Setelah mendapat pengobatan dari puskesmas, katanya, kelima anak tersebut kembali dibawa ke sekolah, namun Aprilian, Muhammad Ikhsan, dan Setyo Aji masih muntah-muntah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung.
Berdasarkan keterangan siswa, kata Kanti, sebelum masuk sekolah mereka makan roti di warung dekat sekolah.
"Kami telah mengambil roti untuk dijadikan sampel, roti itu selanjutnya dibawa puskesmas untuk diperiksa ke labolatorium Dinas Kesehatan," lanjutnya.
Muhammad Ikhsan, siswa yang juga korban keracunan mengatakan, sebelum masuk sekolah, bersama empat temannya makan roti seharga Rp1.000 per bungkus yang dibeli dari warung dekat sekolah.
"Saat pelajaran pertama perut terasa mual, dan hingga kini masih sakit," katanya saat ditemui di ruang UGD RSUD Temanggung.
Sementara itu, Dokter jaga UGD RSUD Temanggung, Novi Andriyani menyampaikan bahwa berdasar observasi siswa yang mendapat perawatan di UGD positif menderita keracunan, dengan keluhan perut panas, pusing, muntah dan diare.
Dijelaskannya, mereka menderita keracunan ringan, setelah tidak ada keluhan mereka bisa pulang ke rumah.
Kelima bocah tersebut diduga keracunan setelah menyantap roti yang dijual di kantin sekoah.
Salah seorang guru SDN Campursari, Kanti Sukaryati mengatakan, tiga siswa tersebut yakni Aprilian, Muhammad Ikhsan, dan Setyo Aji. Sedangkan dua lainnya Wisnu Aris Setyono dan Sandi Nur Aryanto dibawa ke Puskesmas Bulu.
Dia memaparkan, sekira pukul 07.30 WIB, saat mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam mereka mengeluh sakit perut, badan lemas, pusing dan mual.
"Mengetahui ada gejala keracunan, kemudian mereka dibawa pihak sekolah ke Puskesmas Bulu untuk mendapatkan perawatan medis," katanya di sekolah, Rabu (28/11/2012).
Setelah mendapat pengobatan dari puskesmas, katanya, kelima anak tersebut kembali dibawa ke sekolah, namun Aprilian, Muhammad Ikhsan, dan Setyo Aji masih muntah-muntah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung.
Berdasarkan keterangan siswa, kata Kanti, sebelum masuk sekolah mereka makan roti di warung dekat sekolah.
"Kami telah mengambil roti untuk dijadikan sampel, roti itu selanjutnya dibawa puskesmas untuk diperiksa ke labolatorium Dinas Kesehatan," lanjutnya.
Muhammad Ikhsan, siswa yang juga korban keracunan mengatakan, sebelum masuk sekolah, bersama empat temannya makan roti seharga Rp1.000 per bungkus yang dibeli dari warung dekat sekolah.
"Saat pelajaran pertama perut terasa mual, dan hingga kini masih sakit," katanya saat ditemui di ruang UGD RSUD Temanggung.
Sementara itu, Dokter jaga UGD RSUD Temanggung, Novi Andriyani menyampaikan bahwa berdasar observasi siswa yang mendapat perawatan di UGD positif menderita keracunan, dengan keluhan perut panas, pusing, muntah dan diare.
Dijelaskannya, mereka menderita keracunan ringan, setelah tidak ada keluhan mereka bisa pulang ke rumah.
(ysw)