Beroperasi, PT KAI terapkan sistem perjalanan KLB
Rabu, 28 November 2012 - 18:54 WIB
Beroperasi, PT KAI terapkan sistem perjalanan KLB
A
A
A
Sindonews.com - Belum selesainya perbaikan rel di KM 45+500 antara stasiun Cilebut-Bojong Gede akibat longsor, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan sistem perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB).
"Jadi rute Bogor-Bojonggede maupun sebaliknya disebut perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB), karena bukan berdasarkan jadwal perjalanan reguler seperti sebelum terjadinya longsor," kata Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rijalulhaq di lokasi longsor, Cilebut, Bogor, Rabu (28/11/2012).
Ia mengatakan, perjalanan KRL besok, juga bisa dibilang KLB karena bukan jadwal perjalanan reguler. “Jadi KRL bisa jam berapa saja melintas di areal longsor ini," ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan PT KAI bisa melayani penumpang KRL rute Bogor-Jakarta maupun sebaliknya. "KLB ini pun bisa diterapkan disesuaikan dengan kondisi cuaca. Namun, diusahakan KRL bisa beroperasi dengan seutuhnya," ujarnya.
Menurutnya, KRL yang mengangkut penumpang saat melintasi areal longsor Cilebut kecepatannya dibatasi maksimal 5 KM per jam. "Kecepatan itu khusus di KM 45 (area longsor Cilebut) ini," tandasnya.
Sekadar diketahui, PT KAI besok mulai kembali melayani KRL rute Bogor-Jakarta dan sebaliknya pada pagi dan sore hari saja. Untuk pagi hari KRL diberangkatkan dari Bogor pukul 04.22 hingga 08.30 WIB.
Sedangkan sore hari KRL dari Jakarta ke Bogor, melayani pukul 17.00 hingga 21.00 WIB. "Selebihnya di waktu kosong itu, bukan jam kerja, akan dilakukan perbaikan di jalur yang terkena longsor," katanya.
"Jadi rute Bogor-Bojonggede maupun sebaliknya disebut perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB), karena bukan berdasarkan jadwal perjalanan reguler seperti sebelum terjadinya longsor," kata Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rijalulhaq di lokasi longsor, Cilebut, Bogor, Rabu (28/11/2012).
Ia mengatakan, perjalanan KRL besok, juga bisa dibilang KLB karena bukan jadwal perjalanan reguler. “Jadi KRL bisa jam berapa saja melintas di areal longsor ini," ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan PT KAI bisa melayani penumpang KRL rute Bogor-Jakarta maupun sebaliknya. "KLB ini pun bisa diterapkan disesuaikan dengan kondisi cuaca. Namun, diusahakan KRL bisa beroperasi dengan seutuhnya," ujarnya.
Menurutnya, KRL yang mengangkut penumpang saat melintasi areal longsor Cilebut kecepatannya dibatasi maksimal 5 KM per jam. "Kecepatan itu khusus di KM 45 (area longsor Cilebut) ini," tandasnya.
Sekadar diketahui, PT KAI besok mulai kembali melayani KRL rute Bogor-Jakarta dan sebaliknya pada pagi dan sore hari saja. Untuk pagi hari KRL diberangkatkan dari Bogor pukul 04.22 hingga 08.30 WIB.
Sedangkan sore hari KRL dari Jakarta ke Bogor, melayani pukul 17.00 hingga 21.00 WIB. "Selebihnya di waktu kosong itu, bukan jam kerja, akan dilakukan perbaikan di jalur yang terkena longsor," katanya.
(stb)