Masalah klasik butuh penanganan sistematis
Selasa, 27 November 2012 - 21:31 WIB
Masalah klasik butuh penanganan sistematis
A
A
A
Sindonews.com - Banjir merupakan masalah klasik untuk Jakarta, sehingga butuh kerja keras dan kemauan bersama dalam menanganinya, baik pemerintah, DPRD, dan masyarakat luas.
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI HM Ashraf Ali mengatakan, banjir dan macet adalah masalah klasik yang memang butuh perhatian lebih dari berbagai pihak, karena ini masalah yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.
"Banjir, macet merupakan masalah klasik yang butuh perhatian lebih. Ini masalah sulit yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat," ujar Ashraf Ali di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, Pemprov harus memiliki rencana yang sistematis, teratur dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan banjir. Sehingga, tidak menghabiskan energi dan materi.
"Menangani masalah klasik banjir dan macet butuh perencanaan, tindakan yang sistematis, agar tidak mengeluarkan energi tapi tidak berhasil," tuturnya.
Ia juga berharap dalam masa pemerintahan Jokowi yang baru ini, mulai ada perencanaan matang, dan terencana agar kedua masalah ini perlahan-lahan dapat teratasi.
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI HM Ashraf Ali mengatakan, banjir dan macet adalah masalah klasik yang memang butuh perhatian lebih dari berbagai pihak, karena ini masalah yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.
"Banjir, macet merupakan masalah klasik yang butuh perhatian lebih. Ini masalah sulit yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat," ujar Ashraf Ali di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, Pemprov harus memiliki rencana yang sistematis, teratur dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan banjir. Sehingga, tidak menghabiskan energi dan materi.
"Menangani masalah klasik banjir dan macet butuh perencanaan, tindakan yang sistematis, agar tidak mengeluarkan energi tapi tidak berhasil," tuturnya.
Ia juga berharap dalam masa pemerintahan Jokowi yang baru ini, mulai ada perencanaan matang, dan terencana agar kedua masalah ini perlahan-lahan dapat teratasi.
(stb)