Perbatasan Toraja bermasalah, rawan konflik
Selasa, 27 November 2012 - 13:25 WIB
Perbatasan Toraja bermasalah, rawan konflik
A
A
A
Sindonews.com - Persoalan perbatasan antara Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Toraja Utara hingga kini belum menemui titik terang. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menuai konflik horizontal.
“Sedikitnya ada tiga titik perbatasan Tana Toraja dengan Toraja Utara yang hingga kini masih bermasalah,” ujar Asisten I bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Tana Toraja, Sulaiman Malia, kepada SINDO di Makale, Selasa (27/11/2012).
Tiga titik perbatasan yang masih belum menemui titik terang itu yakni di daerah Bira perbatasan antara Kelurahan Sarira kecamatan Makale Utara (Tana Toraja) dengan Desa Tadongkon kecamatan Kesu (Toraja Utara).
Daerah Sekke Bontongan perbatasan antara kelurahan Sarira kecamatan Makale Utara (Tana Toraja) dengan desa Langda kecamatan Sopai (Toraja Utara). Satu titik lagi di Kurra yang berbatasan dengan kecamatan Kurra (Tana Toraja) dengan kecamatan Awan Rante Karua (Toraja Utara).
Menurutnya, belum selesainya permasalahan perbatasan di tiga titik tersebut disebabkan belum adanya kata sepakat antara Kabupaten Tana Toraja-Toraja Utara.
Beberapa kali sudah mempertemukan tokoh adat dan masyarakat kedua wilayah. Namun hasilnya nihil lantaran kedua belah pihak sama-sama mengklaim tiga titik perbatasan tersebut masuk dalam wilayah administrasinya.
Sulaiman menjelaskan, belum adanya titik terang dalam penyelesaian perbatasan antara kabupaten Tana Toraja-Toraja Utara, bisa berdampak pelayanan pemerintahan kepada masyarakat perbatasan tidak jelas dan rawan konflik.
Masyarakat juga akan kebingungan akan mengurus administrasi yang berkaitan dengan kependudukan dan pemerintahan ke kabupaten Tana Toraja ataupun memilih dilayani di Kabupaten Toraja Utara.
Ditambahkan Sulaiman, sengketa perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan kabupaten tetangga yang sudah diselesaikan yakni antara Kecamatan Sanggala Selatan (Tana Toraja) dengan Kecamatan Bastem (Kabupaten Luwu).
“Sudah ada tim yang melakukan pelacakan perbatasan Tana Toraja-Luwu. Tim itu menyisir semua titik batas antara kecamatan Sangalla Selatan dengan Kecamatan Bastem,” tandas mantan kepala bidang pemerintahan kabupaten Tana Toraja itu.
“Sedikitnya ada tiga titik perbatasan Tana Toraja dengan Toraja Utara yang hingga kini masih bermasalah,” ujar Asisten I bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Tana Toraja, Sulaiman Malia, kepada SINDO di Makale, Selasa (27/11/2012).
Tiga titik perbatasan yang masih belum menemui titik terang itu yakni di daerah Bira perbatasan antara Kelurahan Sarira kecamatan Makale Utara (Tana Toraja) dengan Desa Tadongkon kecamatan Kesu (Toraja Utara).
Daerah Sekke Bontongan perbatasan antara kelurahan Sarira kecamatan Makale Utara (Tana Toraja) dengan desa Langda kecamatan Sopai (Toraja Utara). Satu titik lagi di Kurra yang berbatasan dengan kecamatan Kurra (Tana Toraja) dengan kecamatan Awan Rante Karua (Toraja Utara).
Menurutnya, belum selesainya permasalahan perbatasan di tiga titik tersebut disebabkan belum adanya kata sepakat antara Kabupaten Tana Toraja-Toraja Utara.
Beberapa kali sudah mempertemukan tokoh adat dan masyarakat kedua wilayah. Namun hasilnya nihil lantaran kedua belah pihak sama-sama mengklaim tiga titik perbatasan tersebut masuk dalam wilayah administrasinya.
Sulaiman menjelaskan, belum adanya titik terang dalam penyelesaian perbatasan antara kabupaten Tana Toraja-Toraja Utara, bisa berdampak pelayanan pemerintahan kepada masyarakat perbatasan tidak jelas dan rawan konflik.
Masyarakat juga akan kebingungan akan mengurus administrasi yang berkaitan dengan kependudukan dan pemerintahan ke kabupaten Tana Toraja ataupun memilih dilayani di Kabupaten Toraja Utara.
Ditambahkan Sulaiman, sengketa perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan kabupaten tetangga yang sudah diselesaikan yakni antara Kecamatan Sanggala Selatan (Tana Toraja) dengan Kecamatan Bastem (Kabupaten Luwu).
“Sudah ada tim yang melakukan pelacakan perbatasan Tana Toraja-Luwu. Tim itu menyisir semua titik batas antara kecamatan Sangalla Selatan dengan Kecamatan Bastem,” tandas mantan kepala bidang pemerintahan kabupaten Tana Toraja itu.
(ysw)