Pernyataan Sutan Bhatoegana picu kemarahan santri
Senin, 26 November 2012 - 16:57 WIB
Pernyataan Sutan Bhatoegana picu kemarahan santri
A
A
A
Sindonews.com - Selain membuat memicu kemarahan warga Nahdliyin, pernyataan Politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana juga membuat sejumlah santri di sejumlah pesantren marah. Sejumlah santri di dua pesantren besar di Jawa Timur akan mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) jika Sutan Bhatoegana tidak minta maaf.
Ketua DKW Garda Bangsa Jatim Zaini Nasharuddin mengungkap, sejak munculnya pernyataan tersebut sudah memancing reaksi dari kalangan pesantren. Menurutnya, ada dua pesantren yang saat ini sudah menyatakan sikap. Dimana pernytaan itu sangat melecehkan warga Nahdliyin.
"Santri di Ponpes Ar Roudhoh Pasuruan dan Ponpes Tebuireng, Jombang sudah menyatakan sikap. Intinya, menuntut agara Sutan Bhatoegana minta maaf secara terbuka. Bahkan, mereka sudah siap satu komando," kata Zaini saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (26/11/2012).
Ia juga mengaku, beberapa kali telah mendapatkan pesan singkat dari santri di dua pesantren itu. Pada intinya, mereka kecewa dengan pernyataan Sutan Bhatoegana tersebut.
"Kami juga masih meredam baik dari kalangan santri juga kawan-kawan dari Garda Bangsa," ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk menjaga kondusifitas, terutama di Jawa Timur yang notabene sebagian besar adalah warga NU, politisi kelahiran Pematang siantar itu harus minta maaf secara terbuka.
Kata Zaini, pernyataan itu juga menciderai di tengah perjuangan sejumlah kalangan agar, mantan Presiden IV RI ini mendapatkan gelar pahlawan.
"Kami baru saja aksi agar Gus Dur dapat gelar pahlawan malah muncul pernyataan demikian," tandasanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” pada 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas kita jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY. Mendengar itu, Sutan melontarkan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate.
Ketua DKW Garda Bangsa Jatim Zaini Nasharuddin mengungkap, sejak munculnya pernyataan tersebut sudah memancing reaksi dari kalangan pesantren. Menurutnya, ada dua pesantren yang saat ini sudah menyatakan sikap. Dimana pernytaan itu sangat melecehkan warga Nahdliyin.
"Santri di Ponpes Ar Roudhoh Pasuruan dan Ponpes Tebuireng, Jombang sudah menyatakan sikap. Intinya, menuntut agara Sutan Bhatoegana minta maaf secara terbuka. Bahkan, mereka sudah siap satu komando," kata Zaini saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (26/11/2012).
Ia juga mengaku, beberapa kali telah mendapatkan pesan singkat dari santri di dua pesantren itu. Pada intinya, mereka kecewa dengan pernyataan Sutan Bhatoegana tersebut.
"Kami juga masih meredam baik dari kalangan santri juga kawan-kawan dari Garda Bangsa," ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk menjaga kondusifitas, terutama di Jawa Timur yang notabene sebagian besar adalah warga NU, politisi kelahiran Pematang siantar itu harus minta maaf secara terbuka.
Kata Zaini, pernyataan itu juga menciderai di tengah perjuangan sejumlah kalangan agar, mantan Presiden IV RI ini mendapatkan gelar pahlawan.
"Kami baru saja aksi agar Gus Dur dapat gelar pahlawan malah muncul pernyataan demikian," tandasanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” pada 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas kita jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY. Mendengar itu, Sutan melontarkan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate.
(azh)