Warna putih, mobdin ketua DPRD Sidoarjo disoal
Senin, 26 November 2012 - 16:16 WIB
Warna putih, mobdin ketua DPRD Sidoarjo disoal
A
A
A
Sindonews.com - Mobil dinas (mobdin) milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo disoal. Pasalnya, mobdin dengan merek Toyota Fortuner tersebut berwarna putih, bukan berwarna hitam.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah tak mau ambil pusing terkait mobil dinas (mobdin) pimpinan dewan yang berwarna putih. Namun dia menegaskan harusnya mobil pemerintah berwarna hitam.
"Saya baru tahu kalau mobil pimpinan Toyota Fortuner ada yang berwarna putih. Kan sudah ada pakemnya sendiri-sendiri, mobil milik pemerintah warna hitam, mobil tentara warna hijau dan lainnya," ungkap Saiful Ilah saat ditanya terkait pengadaan mobdin pimpinan dewan, Senin (26/11/2012).
Syaiful membantah jika dia menandatangani persetujuan perubahan mobdin pimpinan dewan dari Toyota Corolla Altis ke Toyota Fortuner. Menurutnya, selama ini tidak ada pengajuan perubahan pembelian mobdin apalagi sampai dia menandatanganinya.
Demikian pula ketika ditanya apakah pembelian dua unit mobil Toyota Fortuner dan satu unit Toyota Camry menunjukkan efesiensi anggaran, Saiful Ilah berkomentar kalau mengutamakan efisiensi anggaran tentunya tidak seperti itu. Sebab anggaran yang digunakan adalah uang rakyat.
"Silahkan tulis, yang mencari anggaran itu saya. Jadi saya kalau membeli mobil dinas warna hitam karena itu mobil pemerintah," tandasnya.
Saiful Ilah mengaku dalam waktu dekat dia akan mengumpulkan kepala dinas untuk diberi pemahaman jika membeli mobil dinas harusnya warna hitam. Hal ini dilakukan untuk menyeragamkan mobdin di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Diharapkan ke depan, jika Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membeli mobdin warnanya harus hitam.
Terpisah, Sekretaris DPRD Sidoarjo Endang Soesijanti saat dikonfirmasi terkait siapa yang memilih mobdin pimpinan dewan berwarna putih, mengaku dia hanya memfasilitasi. Menurutnya, selama in tidak ada aturan mobdin harus berwarna hitam.
"Coba lihat di Dishub ada mobdin yang berwarna putih. Demikian pula kepala dinas yang menggunakan Suzuki Grand Vitara ada pula yang berwarna silver kok tidak dipermasalahkan," tegasnya.
Endang menambahkan, awalnya untuk pengadaan mobdin pimpinan dewan itu dianggarkan Rp1,7 miliar. Namun karena masih ada kelebihan anggaran, kemudian anggaran diturunkan menjadi Rp1,5 miliar.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengadaan mobdin pimpinan dewan menjadi rasan-rasan di internal dewan. Pasalnya, dua wakil ketua dewan mendapat jatah mobil Toyota Fortuner. Sedangkan, Ketua DPRD Sidoarjo mendapat jatah Toyota Camry.
Padahal saat pembahasan anggaran dalam APBD 2012, rencananya dua mobil dinas untuk dua wakil ketua itu Toyota Corolla Altis dan Ketua dewan memang Toyota Camry. Namun, ternyata berubah menjadi Toyota Fortuner.
Tiga mobdin baru itu, Toyota Camry untuk Ketua DPRD Sidoarjo Dawud Budi Sutrisno, Toyota Fortuner warna putih untuk Wakil ketua DPRD dari PKB Abdul Kholik dan Fortuner warna hitam untuk Wakil Ketua DPRD dari FPAN Khulaim Junaidi. Sedangkan Wakil Ketua DPRD dari PDIP Imam Supii tetap menggunakan Toyota Altis tahun 2010.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah tak mau ambil pusing terkait mobil dinas (mobdin) pimpinan dewan yang berwarna putih. Namun dia menegaskan harusnya mobil pemerintah berwarna hitam.
"Saya baru tahu kalau mobil pimpinan Toyota Fortuner ada yang berwarna putih. Kan sudah ada pakemnya sendiri-sendiri, mobil milik pemerintah warna hitam, mobil tentara warna hijau dan lainnya," ungkap Saiful Ilah saat ditanya terkait pengadaan mobdin pimpinan dewan, Senin (26/11/2012).
Syaiful membantah jika dia menandatangani persetujuan perubahan mobdin pimpinan dewan dari Toyota Corolla Altis ke Toyota Fortuner. Menurutnya, selama ini tidak ada pengajuan perubahan pembelian mobdin apalagi sampai dia menandatanganinya.
Demikian pula ketika ditanya apakah pembelian dua unit mobil Toyota Fortuner dan satu unit Toyota Camry menunjukkan efesiensi anggaran, Saiful Ilah berkomentar kalau mengutamakan efisiensi anggaran tentunya tidak seperti itu. Sebab anggaran yang digunakan adalah uang rakyat.
"Silahkan tulis, yang mencari anggaran itu saya. Jadi saya kalau membeli mobil dinas warna hitam karena itu mobil pemerintah," tandasnya.
Saiful Ilah mengaku dalam waktu dekat dia akan mengumpulkan kepala dinas untuk diberi pemahaman jika membeli mobil dinas harusnya warna hitam. Hal ini dilakukan untuk menyeragamkan mobdin di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Diharapkan ke depan, jika Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membeli mobdin warnanya harus hitam.
Terpisah, Sekretaris DPRD Sidoarjo Endang Soesijanti saat dikonfirmasi terkait siapa yang memilih mobdin pimpinan dewan berwarna putih, mengaku dia hanya memfasilitasi. Menurutnya, selama in tidak ada aturan mobdin harus berwarna hitam.
"Coba lihat di Dishub ada mobdin yang berwarna putih. Demikian pula kepala dinas yang menggunakan Suzuki Grand Vitara ada pula yang berwarna silver kok tidak dipermasalahkan," tegasnya.
Endang menambahkan, awalnya untuk pengadaan mobdin pimpinan dewan itu dianggarkan Rp1,7 miliar. Namun karena masih ada kelebihan anggaran, kemudian anggaran diturunkan menjadi Rp1,5 miliar.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengadaan mobdin pimpinan dewan menjadi rasan-rasan di internal dewan. Pasalnya, dua wakil ketua dewan mendapat jatah mobil Toyota Fortuner. Sedangkan, Ketua DPRD Sidoarjo mendapat jatah Toyota Camry.
Padahal saat pembahasan anggaran dalam APBD 2012, rencananya dua mobil dinas untuk dua wakil ketua itu Toyota Corolla Altis dan Ketua dewan memang Toyota Camry. Namun, ternyata berubah menjadi Toyota Fortuner.
Tiga mobdin baru itu, Toyota Camry untuk Ketua DPRD Sidoarjo Dawud Budi Sutrisno, Toyota Fortuner warna putih untuk Wakil ketua DPRD dari PKB Abdul Kholik dan Fortuner warna hitam untuk Wakil Ketua DPRD dari FPAN Khulaim Junaidi. Sedangkan Wakil Ketua DPRD dari PDIP Imam Supii tetap menggunakan Toyota Altis tahun 2010.
(azh)