Pembunuh wartawan Harian Metro mabuk
Senin, 26 November 2012 - 10:52 WIB
Pembunuh wartawan Harian Metro mabuk
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengamankan empat orang terduga kasus pembunuhan wartawan media cetak lokal Harian Metro Aryono Linggotu (26). Satu orang diantaranya, ditetapkan sebagai tersangka berinisial JK alias Jim (17), ditangkap dengan barang bukti sebilah pisau berukuran 15 centimeter.
"Kemarin kan sudah kita tetapkan satu tersangka, dari hasil penangkapan empat orang. Tiga diantaranya masih berstatus saksi, dan masih kami mintai periksa," jelas Timur di Lapangan Baharkam, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).
Ditambahkan dia, hingga kini polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut melalui saksi yang kini masih diperiksa. "Jadi tentunya akan dikembangkan terus oleh Polresta Manado, atau Polda Sulut (Sulawesi Utara). Kita tunggu hasil penyidikan lebih lanjut," terangnya.
Lantaran hal ini, polisi belum dapat memastikan motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut. "Sementara ini, pelakunya mabuk, tapi tetap akan dikembangkannya, karena masih dikembangkan oleh penyidik," tutupnya.
Untuk diketahui, Aryono Linggotu tewas dengan 14 tikaman saat akan meliput tawuran di sebuah daerah di kawasan tersebut. Aryono ditemukan tewas bersimbah darah di samping motornya.
"Kemarin kan sudah kita tetapkan satu tersangka, dari hasil penangkapan empat orang. Tiga diantaranya masih berstatus saksi, dan masih kami mintai periksa," jelas Timur di Lapangan Baharkam, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).
Ditambahkan dia, hingga kini polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut melalui saksi yang kini masih diperiksa. "Jadi tentunya akan dikembangkan terus oleh Polresta Manado, atau Polda Sulut (Sulawesi Utara). Kita tunggu hasil penyidikan lebih lanjut," terangnya.
Lantaran hal ini, polisi belum dapat memastikan motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut. "Sementara ini, pelakunya mabuk, tapi tetap akan dikembangkannya, karena masih dikembangkan oleh penyidik," tutupnya.
Untuk diketahui, Aryono Linggotu tewas dengan 14 tikaman saat akan meliput tawuran di sebuah daerah di kawasan tersebut. Aryono ditemukan tewas bersimbah darah di samping motornya.
(san)