Surat palsu Kemendagri beredar di Jateng

Minggu, 25 November 2012 - 17:29 WIB
Surat palsu Kemendagri...
Surat palsu Kemendagri beredar di Jateng
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Desa se-Kabupaten Tegal harus mewaspadai keberadaan surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pasalnya, surat palsu itu bermaksud menipu para kepala desa.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bappermades) Kabupaten Tegal, Subandrio mengatakan, pihaknya meminta kades untuk waspada terhadap surat palsu itu. Lantaran, keasliannya meragukan. Bahkan, keberadaannya sendiri hanya untuk menipu pada kepala desa.

Diketahuinya, jika itu merupkan surat pemberitahuan prosedur penerimaan dana bantuan tentang program pelaksanaan pembangunan desa tertinggal. Dugaan sementara, surat ini sudah beredar di sejumlah desa.

"Tujuannya untuk menipu para kepala desa yang dijanjikan mendapatkan bantuan senilai Rp90 juta,” kata Subandrio SP, di Kabupaten Tegal, Minggu (25/12/2012).

Misalnya, untuk kop surat memang terlihat asli dan menyertakan tulisan Kemedagri Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Dalam surat itu, desa yang mendapatkan surat akan mendapatkan bantuan untuk pembangunan infrastruktur desa tertinggal.

Namun, pihak desa harus mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Bapermades Provinsi Jateng, Drs Kusumardhono MM di nomor 081617116227.

”Nama itu memang Kepala Bapermades Jateng, tapi nomor teleponnya bukan itu. Nomor itu selalu mengatasnamakan Kusumardhono saat ditelepon,” terangnya.

Bappermades sudah memastikan kepada Bapermades Jateng dan Kemendagri terkait beredarnya surat itu. Hasilnya, kedua instansi pemerintah itu mengaku tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

Maka itu, Subandrio meminta para kades untuk berkonsultasi kepadanya saat mendapati surat dari suatu lembaga. ”Kalau bantuan bisanya melalui bupati, dan tidak mungkin langsung ke masyarakat," jelasnya.

Ia mengatakan, surat itu kemungkinan besar telah beredar di sejumlah desa di Kecamatan Bumijawa, Talang, Warureja, dan beberapa desa di kecamatan lainnya. Namun demikian, sekarang, belum ada satu pun kades yang tertipu dengan surat tersebut.

"Karena para kades telah mengetahui mekanisme pemberian bantuan, dan jika ada surat ke desa, biasa dikonsultasikan ke dinas terkait," katanya.
(kur)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
43 menit yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
1 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
2 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
5 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved