Prilaku masyarakat picu kenaikan debit air di Jakarta
Sabtu, 24 November 2012 - 14:48 WIB
Prilaku masyarakat picu kenaikan debit air di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Debit air yang masuk ke DKI Jakarta selama 30 tahun ini naik hingga 50 persen. Kenaikan debit air itu dipengaruhi perubahan iklim dan masalah kemasyarakatan di DKI Jakarta.
"Jadi info selama 30 tahun ini debit air dari Bogor ke Jakarta memang meningkat 50 persen. Dan itu dipengaruhi karena perubahan iklim walaupun tak siginifikan dan yang signifikan adalah masalah kemasyarakatan (antropogenic)," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif usai meninjau lokasi banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Oleh karenanya, Syamsul menyarankan agar permasalahan masyarakat ini dapat menjadi pembelajaran sehingga debit air ke Jakarta bisa dikurangi untuk menghindari bencana banjir.
"Jadi perilaku masyarakat yang perlu diedukasi agar tak terulang terus, seperti membuang sampah, mengelola lingkungan dan membuat forum-forum supaya air tidak menyempit sehingga ada gulma-gulma," tukasnya.
Ketika ditanya peran BNPB untuk mengatasi hal ini, Syamsul mengklaim pihaknya sudah melakukan tugasnya secara maksimal.
"BNPB sendiri bekerja sudah optimal, BNP hanya mengkoordinasian potensi nasional dan kita akan buat pantauan di posko yang kita buat di kantor PU (Pekerjaan Umum). Untuk sementara apa yang terjadi masih bisa diatasi Pemda DKI," tutupnya.
"Jadi info selama 30 tahun ini debit air dari Bogor ke Jakarta memang meningkat 50 persen. Dan itu dipengaruhi karena perubahan iklim walaupun tak siginifikan dan yang signifikan adalah masalah kemasyarakatan (antropogenic)," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif usai meninjau lokasi banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Oleh karenanya, Syamsul menyarankan agar permasalahan masyarakat ini dapat menjadi pembelajaran sehingga debit air ke Jakarta bisa dikurangi untuk menghindari bencana banjir.
"Jadi perilaku masyarakat yang perlu diedukasi agar tak terulang terus, seperti membuang sampah, mengelola lingkungan dan membuat forum-forum supaya air tidak menyempit sehingga ada gulma-gulma," tukasnya.
Ketika ditanya peran BNPB untuk mengatasi hal ini, Syamsul mengklaim pihaknya sudah melakukan tugasnya secara maksimal.
"BNPB sendiri bekerja sudah optimal, BNP hanya mengkoordinasian potensi nasional dan kita akan buat pantauan di posko yang kita buat di kantor PU (Pekerjaan Umum). Untuk sementara apa yang terjadi masih bisa diatasi Pemda DKI," tutupnya.
(lns)