Banjir, BNPB sayangkan sekolah diliburkan
Sabtu, 24 November 2012 - 13:05 WIB
Banjir, BNPB sayangkan sekolah diliburkan
A
A
A
Sindonews.com - Banjir yang melanda kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur mengakibatkan beberapa sekolah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kondisi itu sangat disayangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.
Menurut Syamsul, semestinya sekolah tetap melakukan KBM, bukan malah diliburkan hanya karena alasan banjir.
"Tadi saya melihat beberapa anak tidak sekolah, mereka bilang libur. Saya sangat menyayangkan, semestinya tetap masuk sekolah itu," jelas Syamsul usai mengunjungi korban banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Dirinya menambahkan, sekalipun sekolah tersebut kebanjiran. Maka Ia menyarankan agar mencari tempat lain, sehingga KBM tetap bisa dilakukan.
"Kalau memang sekolahnya kebanjiran, ya dicarikan tempat lain yang tidak banjir. Yang penting tidak libur," tukasnya.
Oleh karenanya, Syamsul akan segera mengkoordinasikan hal tersebut kepada kelurahan setempat agar bisa dikomunikasikan kepada sekolah sekitar untuk tetap melaksanakan KBM.
"Sekolah harusnya masih harus sekolah, saya menghimbau dari kelurahan untuk tetap pada proses belajar mengajar," tutupnya.
Menurut Syamsul, semestinya sekolah tetap melakukan KBM, bukan malah diliburkan hanya karena alasan banjir.
"Tadi saya melihat beberapa anak tidak sekolah, mereka bilang libur. Saya sangat menyayangkan, semestinya tetap masuk sekolah itu," jelas Syamsul usai mengunjungi korban banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Dirinya menambahkan, sekalipun sekolah tersebut kebanjiran. Maka Ia menyarankan agar mencari tempat lain, sehingga KBM tetap bisa dilakukan.
"Kalau memang sekolahnya kebanjiran, ya dicarikan tempat lain yang tidak banjir. Yang penting tidak libur," tukasnya.
Oleh karenanya, Syamsul akan segera mengkoordinasikan hal tersebut kepada kelurahan setempat agar bisa dikomunikasikan kepada sekolah sekitar untuk tetap melaksanakan KBM.
"Sekolah harusnya masih harus sekolah, saya menghimbau dari kelurahan untuk tetap pada proses belajar mengajar," tutupnya.
(lns)