BNPB siap bangun tanggul atasi banjir Kampung Melayu
Sabtu, 24 November 2012 - 12:24 WIB
BNPB siap bangun tanggul atasi banjir Kampung Melayu
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk membangun tanggul, guna mengantisipasi banjir di Ibu Kota.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, keberadaan pompa air yang selama ini diharapkan, ternyata tidak efekti mengurangi banjir. Pasalnya konstruksi tanah yang lebih rendah dari bantaran kali memaksa warga harus kebanjiran saat air kali Ciliwung meluap.
"Tanah ini di bawah sungai, saya sampaikan upaya memompa percuma, salah satu cara membentuk tanggul. Ini harus dibuat tanggul sepert di Bukit Duri," jelas Syamsul kepada wartawan usai meninjau lokasi banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Namun dia menyadari, rencana pembangunan tanggul tentu membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga, dia bersama PU harus mencari solusi jangka pendek agar air segera surut.
"Nah kalau kita bangun tanggul itu kan tentunya bukan untuk sekarang, kita perlu waktu. Sekarang apa yang kita lakukan?," tanya Syamsul.
Usai mendapatkan jawaban, Syamsul menegaskan bahwa langkah yang bisa dilakukan saat ini ialah membuka pintu air Manggarai dan Karet agar air segera surut. "Kita buka pintu air Manggarai dan Karet, itu setelah mendapat jawaban. Jadi itu aja yang kita lakukan," tukasnya.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, keberadaan pompa air yang selama ini diharapkan, ternyata tidak efekti mengurangi banjir. Pasalnya konstruksi tanah yang lebih rendah dari bantaran kali memaksa warga harus kebanjiran saat air kali Ciliwung meluap.
"Tanah ini di bawah sungai, saya sampaikan upaya memompa percuma, salah satu cara membentuk tanggul. Ini harus dibuat tanggul sepert di Bukit Duri," jelas Syamsul kepada wartawan usai meninjau lokasi banjir di RW 01, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012).
Namun dia menyadari, rencana pembangunan tanggul tentu membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga, dia bersama PU harus mencari solusi jangka pendek agar air segera surut.
"Nah kalau kita bangun tanggul itu kan tentunya bukan untuk sekarang, kita perlu waktu. Sekarang apa yang kita lakukan?," tanya Syamsul.
Usai mendapatkan jawaban, Syamsul menegaskan bahwa langkah yang bisa dilakukan saat ini ialah membuka pintu air Manggarai dan Karet agar air segera surut. "Kita buka pintu air Manggarai dan Karet, itu setelah mendapat jawaban. Jadi itu aja yang kita lakukan," tukasnya.
(lns)