Warga harap Kali Ciliwung dikeruk secepatnya
Sabtu, 24 November 2012 - 11:03 WIB
Warga harap Kali Ciliwung dikeruk secepatnya
A
A
A
Sindonews.com - Sampai kini, RT 001 RW 03 Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir dengan ketinggian sekira pinggang orang dewasa.
Banjir yang melanda daerah tersebut diperparah dengan air kiriman dari Bogor. Padahal, sekira pukul 03.00 WIB, banjir sudah mulai surut. Namun pukul 05.00 WIB volumi air kembali meningkat.
"Banjir ini sudah biasa, tapi karena Kalinya enggak pernah dikeruk, banyak sampah yang tertumpuk bertahun-tahun dan membuat sungai jadi dangkal, akibatnya banjir terus terjadi," kata Adi (55), warga RT 003 RW 03, di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012)
Adi yang mengaku sudah sejak 1981 tinggal di kawasan tersebut menuturkan, dulunya dalam Kali Ciliwung mencapai 20-an meter. Kemudian orang dari Bogor sering membawa Bambu ke Manggarai dengan menggunakan rakit. Tapi sekarang kondisinya berubah drastis, bila musim panas kedalaman Kali Ciliwung tidak mencapai satu meter.
"Tahun 80-an dua galah bambu utuh, kalau dimasukkan ke Kali enggak mencapai dasar Kali, kondisinya masih dalam banget," tuturnya.
Karena itu dia berharap, agar Kali Ciliwung segera dikeruk. Menurutnya, sampah plastik yang ada di Kali sangat mempengaruhi keadaan Kali tersebut.
"Dulu daun pisang yang ada di kali, sekarang plastik dan itu enggak bisa hancur makanya lihat sendiri kalinya. Sedikit hujan meluapnya minta ampun. Saya harap pemerintah cepat mengeruk kali sebelum kali sama tinggi dengan jalan," tandasnya.
Banjir yang melanda daerah tersebut diperparah dengan air kiriman dari Bogor. Padahal, sekira pukul 03.00 WIB, banjir sudah mulai surut. Namun pukul 05.00 WIB volumi air kembali meningkat.
"Banjir ini sudah biasa, tapi karena Kalinya enggak pernah dikeruk, banyak sampah yang tertumpuk bertahun-tahun dan membuat sungai jadi dangkal, akibatnya banjir terus terjadi," kata Adi (55), warga RT 003 RW 03, di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2012)
Adi yang mengaku sudah sejak 1981 tinggal di kawasan tersebut menuturkan, dulunya dalam Kali Ciliwung mencapai 20-an meter. Kemudian orang dari Bogor sering membawa Bambu ke Manggarai dengan menggunakan rakit. Tapi sekarang kondisinya berubah drastis, bila musim panas kedalaman Kali Ciliwung tidak mencapai satu meter.
"Tahun 80-an dua galah bambu utuh, kalau dimasukkan ke Kali enggak mencapai dasar Kali, kondisinya masih dalam banget," tuturnya.
Karena itu dia berharap, agar Kali Ciliwung segera dikeruk. Menurutnya, sampah plastik yang ada di Kali sangat mempengaruhi keadaan Kali tersebut.
"Dulu daun pisang yang ada di kali, sekarang plastik dan itu enggak bisa hancur makanya lihat sendiri kalinya. Sedikit hujan meluapnya minta ampun. Saya harap pemerintah cepat mengeruk kali sebelum kali sama tinggi dengan jalan," tandasnya.
(maf)