Atasi banjir, bangun folder dan BKT sudah kuno

Sabtu, 24 November 2012 - 09:18 WIB
Atasi banjir, bangun...
Atasi banjir, bangun folder dan BKT sudah kuno
A A A
Sindonews.com - DKI Jakarta belum dapat terlepas dari bencana banjir, berbagai cara dilakukan oleh setiap gubernur yang menjabat di Ibu Kota. Terakhir ialah pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT), namun cara ini belum terbilang ampuh, pasalnya banjir masih terjadi.

Direktur Institut Hijau Indonesia (IHI) Selamet Daroyni mengungkapkan, kalau pembangunan embung atau folder maupun BKT merupakan proyek lama dan terbilang kuno, karena sudah diterapkan sejak kolonial Belanda.

"Folder atau BKT, saya kira keduanya bukan solusi untuk mengatasi problem banjir di Jakarta. Desain yang kita tahu bahwa kanal barat dan timur sudah menjadi skenario untuk mengurangi banjir sejak 1942, dan sudah dicanangkan," jelas Selamet saat dihubungi Sindonews, Sabtu (24/11/2012).

Lebih lanjut dia menceritakan, ada cara lain mengatasi banjir Jakarta, yakni membangun dua bendungan dengan tidak mengurangi RTH dan ruang serapan air di Ibu Kota.

"Dan gubernur saat itu sudah mewanti-wanti kalau pun ada caranya cuma dua, ditambah bendungan katulampa dan Cisadane. Tapi tidak boleh mengurangi RTH atau resapan atau tangkapan air," tandasnya.

Tak hanya itu, pembangunan dan perbaikan situ atau danau juga bisa dijadikan cara lain untuk mengatasi banjir di Jakarta. Karena dia beranggapan, situ maupun danau di Ibu Kota baru berfungsi 20 persen

"Untuk jangka panjang bisa dengan memperbaiki situ dan danau di Jakarta karena sampai saat ini baru berfungsi 20 persen maksimal, sehingga banjir ini tidak mendera kita di Jakarta. Tapi tentunya juga dengan pembatasan pembangunan gedung-gedung baru," tutupnya.

Sebelumnya, Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna mengatakan, pembangunan BKT bukan menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan banjir di Ibu Kota. Ia berpendapat, pembuatan embung atau folder untuk menangkap dan menampung air hujan merupakan langkah yang tepat.

"Kita harus buat folder untuk membantu menata pengelolaan air di kawasan yang rendah, karena drainase yang ada saat ini tidak optimal, bangun folder dengan pompa," ujar Yayat saat dihubungi Sindonews.
(mhd)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
2 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
2 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
2 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
3 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
3 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved