Idap gagal ginjal, pasien miskin ini butuh bantuan

Jum'at, 23 November 2012 - 15:14 WIB
Idap gagal ginjal, pasien...
Idap gagal ginjal, pasien miskin ini butuh bantuan
A A A
Sindonews.com - Dicabutnya layanan Surat Pernyataan Miskin (SPM) bagi keluarga miskin di Jawa Timur membuat warga miskin yang menderita sakit makin sengsara.

Sumarli (38) seorang wanita yang menderita gagal ginjal hingga perutnya membesar terpaksa dibawa pulang paksa dari rumah sakit karena tidak punya biaya.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, hanya bisa menahan tangis menahan sakit setelah dibawa pulang paksa oleh keluarganya dari RSUD Jombang, Jumat (23/11/2012) siang.

Alasannya, keluarga miskin ini sudah tidak punya biaya untuk membayar seluruh tagihan biaya rumah sakit, baik untuk cuci darah, obat-obatan, biaya kamar, dan biaya-biaya lainnya.

"Saya hanya buruh kasar, tak mungkin biasa membiayai sakit istri saya yang lumayan besar," ujar Samporno (38), suami Sumarli.

Meski terus menangis kesakitan akibat rasa sakit yang luar biasa di perutnya, pihak keluarga ibu tiga anak ini hanya bisa pasrah dan meratap sedih.

Sambil menangis menahan sakit, Sumarli menuturkan, ia menderita sakit sejak tiga tahun lalu. "Diagnosa dokter gagal ginjal," katanya.

Setiap bulan, Sumarli harus menjalani cuci darah hingga empat kali. Dengan fasilitas SPM, Sumarli mendapat layanan tersebut secara gratis atau terkadang hanya membayar separuhnya saja.

Namun tanpa alasan yang jelas, sejak sembilan bulan lalu jatah cuci darah Sumarli dikurangi oleh RSUD Jombang dari empat kali menjadi dua kali sebulan. Akibatnya perut Sumarli terus tumbuh dan membuncit seperti sekarang.

Namun meski belum sembuh, Jumat siang mendadak pihak keluarga malah membawa Sumarli pulang karena tidak mampu membayar tagihan biaya rumah sakit.

Sebab sejak 1 September 2012, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 440/14771/031/2012, SPM sudah dinyatakan tidak berlaku lagi oleh Pemrov Jatim.

Akibatnya, pasien miskin yang ingin berobat harus menangggung sendiri segala biaya yang diperlukan.

Kini dengan bantuan pernafasan oksigen yang pembeliannya diutangi oleh tetangganya, Sumarli hanya bisa meratap sedih di rumahnya.

Kendati tak mungkin, Sumarli berharap pemerintah terketuk hatinya untuk membantunya berobat agar segera sembuh dan bisa kembali bekerja menyekolahkan anak-anaknya.
(ysw)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
48 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved