Perbaikan jalur longsor Cilebut butuh 21 hari
Kamis, 22 November 2012 - 15:49 WIB
Perbaikan jalur longsor Cilebut butuh 21 hari
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignsius Jonan memastikan proses perbaikan di jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta-Bogor agar bisa dilewati kembali di kilometer 45+5 membutuhkan waktu lebih dari 21 hari.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pemulihan operasi perjalanan KRL secara bertahap.
"Pertama meletakan kembali jalan rel ini ke tempat semula, makan proses lama 21 hari, tak bisa pakai truk besar, harus pakai truk kecil bawa barang-barang," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Selain itu dia menambahkan, perbaikan listrik aliran atas juga sedang dilakukan. Ia memastikan, tak cukup waktu jika ditargetkan hanya dua hari atau satu minggu.
"Penimbunan longsor ini dalam sekali. 12 meter. Saya kira kalau dua hari enggak bisa, paling cepat dua minggu. Keretakan tanah sampai jauh, bisa longsor, kami timbun tanah dulu," jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, akan dibuat aliran kapiler untuk menyalurkan air. Selain itu, akan dibuat pula pembangunan turap sebagai penahan longsoran.
"Ini makan waktu lama, mudah-mudahan kalau jalan relnya dua minggu bisa. Jakarta menuju sampai Bojonggede aman," tegasnya.
Sebelumnya, perbaikan jalur rel KRL Bogor-Bojonggede yang terkena longsor di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Bogor, diprediksi akan memakan waktu dua pekan.
"Soalnya kita memerlukan waktu untuk pengkajian terhadap kontur tanah dan cuaca saat ini. Itupun nantinya hanya satu spur (jalur I) saja yang aktif," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pemulihan operasi perjalanan KRL secara bertahap.
"Pertama meletakan kembali jalan rel ini ke tempat semula, makan proses lama 21 hari, tak bisa pakai truk besar, harus pakai truk kecil bawa barang-barang," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Selain itu dia menambahkan, perbaikan listrik aliran atas juga sedang dilakukan. Ia memastikan, tak cukup waktu jika ditargetkan hanya dua hari atau satu minggu.
"Penimbunan longsor ini dalam sekali. 12 meter. Saya kira kalau dua hari enggak bisa, paling cepat dua minggu. Keretakan tanah sampai jauh, bisa longsor, kami timbun tanah dulu," jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, akan dibuat aliran kapiler untuk menyalurkan air. Selain itu, akan dibuat pula pembangunan turap sebagai penahan longsoran.
"Ini makan waktu lama, mudah-mudahan kalau jalan relnya dua minggu bisa. Jakarta menuju sampai Bojonggede aman," tegasnya.
Sebelumnya, perbaikan jalur rel KRL Bogor-Bojonggede yang terkena longsor di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Bogor, diprediksi akan memakan waktu dua pekan.
"Soalnya kita memerlukan waktu untuk pengkajian terhadap kontur tanah dan cuaca saat ini. Itupun nantinya hanya satu spur (jalur I) saja yang aktif," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan.
(mhd)