Pedagang Pasar Krangan ancam boikot
Kamis, 22 November 2012 - 14:39 WIB
Pedagang Pasar Krangan ancam boikot
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan pedagang di dalam pasar Krangan Yogyakarta melakukan aksi demo di depan pasar. Mereka protes keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di depan pasar yang mempengaruhi pendapatan mereka.
Mereka mengancam, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membiarkan para PKL tersebut berjualan pedagang akan melakukan boikot pembayaran retribusi.
Sambil membawa dagangan berupa sayur-mayur, mereka yang sebagian besar ibu-ibu itu menuntut agar Pemkot Yogyakarta segera menindak tegas pada PKL di luar pasar Krangan Tersebut.
"Bulan Juli lalu, sudah ada kesepakatan bersama bagi yang berjualan di luar pasar mulai pukul 03.00 hingga 07.30 WIB," ujar Wakil Paguyuban Pedagan Pasar Krangan, Waljito, Kamis (22/11/2012).
Tetapi kesepakatan itu dilanggar, mereka yang berjualan di luar pasar menutup jualannya sampai pukul 11.00 WIB.
Ia mengaku kecewa dengan Wali Kota Yogyakarta yang tidak konsisten menyelesaikan polemik di antara pedagan di pasar tersebut. Pihaknya juga menyayangkan dinas ketertiban pasar yang melakukan penertiban yang datang pada pukul 09.00 WIB lebih.
"Kalau ada petugas dari dinas ketertiban datang sudah kesiangan. Mereka juga tidak konsisten dalam menegakan peraturan," keluhnya.
Pihaknya kembali mengancam tidak akan membayar retribusi ke Pemkot, jika masalah pedangan di luar pasar Kranggan tidak segera ditertibkan.
"Kita pedagan yang didalam ada 700-an pedangan, kita akan boikot tidak mau bayar retribusi," jelasnya.
Pihaknya mengeluhkan adanya pedagan yang di luar pasar yang mencapai sekira 500-600 pedagang. Adanya pedagang di luar pasar itu membuat sebagian besar pedagang di dalam pasar Krangan rugi.
Mereka mengancam, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membiarkan para PKL tersebut berjualan pedagang akan melakukan boikot pembayaran retribusi.
Sambil membawa dagangan berupa sayur-mayur, mereka yang sebagian besar ibu-ibu itu menuntut agar Pemkot Yogyakarta segera menindak tegas pada PKL di luar pasar Krangan Tersebut.
"Bulan Juli lalu, sudah ada kesepakatan bersama bagi yang berjualan di luar pasar mulai pukul 03.00 hingga 07.30 WIB," ujar Wakil Paguyuban Pedagan Pasar Krangan, Waljito, Kamis (22/11/2012).
Tetapi kesepakatan itu dilanggar, mereka yang berjualan di luar pasar menutup jualannya sampai pukul 11.00 WIB.
Ia mengaku kecewa dengan Wali Kota Yogyakarta yang tidak konsisten menyelesaikan polemik di antara pedagan di pasar tersebut. Pihaknya juga menyayangkan dinas ketertiban pasar yang melakukan penertiban yang datang pada pukul 09.00 WIB lebih.
"Kalau ada petugas dari dinas ketertiban datang sudah kesiangan. Mereka juga tidak konsisten dalam menegakan peraturan," keluhnya.
Pihaknya kembali mengancam tidak akan membayar retribusi ke Pemkot, jika masalah pedangan di luar pasar Kranggan tidak segera ditertibkan.
"Kita pedagan yang didalam ada 700-an pedangan, kita akan boikot tidak mau bayar retribusi," jelasnya.
Pihaknya mengeluhkan adanya pedagan yang di luar pasar yang mencapai sekira 500-600 pedagang. Adanya pedagang di luar pasar itu membuat sebagian besar pedagang di dalam pasar Krangan rugi.
(ysw)