HMI minta polisi tidak berlebihan
Kamis, 22 November 2012 - 00:30 WIB
HMI minta polisi tidak berlebihan
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian diminta jangan terlalu berlebihan mengantisipasi para demonstran yang ingin melakukan orasi atau menyuarakan aspirasi publik. Jangan sampai kekerasan yang terjadi terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan yang lain.
"Perlakuan itu sudah tidak baik. Kalakuannya polisi ini sudah mulai balik seperti orde baru (orba)," kata Ketua Umum (Ketum) HMI Noer Fajrieansyah kepada Sindonews, Rabu (21/11/2012) malam.
Sedangkan menurut Wakil Bendahara Umum Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) Maulana Ikhsanul Haq, Fajri hendak lari untuk menghindari aksi tersebut, namun, polisi mengejarnya dan menarik serta memukulnya hingga luka.
"Kronologisnya saat terjadi kerusuhan, Ketum (Fajri) mau menghindar. Tapi, polisi main tarik dan memukul Ketum sampai ke mobil tahanan," katanya.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Pejambon, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2012), menyangkut penyerangan Israel ke Palestina, berbuntut ricuh.
Setelah dua delegasi HMI bernegosiasi dan tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Kemlu, mereka langsung mendobrak gerbang kantor Kemenlu hingga roboh.
Kemudian, sejumlah mahasiswa masuk dan melempari kaca pos satpam hingga pecah, serta merusak palang parkir. Aparat keamanan pun langsung bertindak. Dari informasi yang dihimpun sindonews, 12 orang diamankan petugas.
Termasuk di antaranya Ketua Umum HMI Noer Fajrieansyah yang terluka hingga mendapatkan sekira lima jahitan di kepalanya.
"Perlakuan itu sudah tidak baik. Kalakuannya polisi ini sudah mulai balik seperti orde baru (orba)," kata Ketua Umum (Ketum) HMI Noer Fajrieansyah kepada Sindonews, Rabu (21/11/2012) malam.
Sedangkan menurut Wakil Bendahara Umum Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) Maulana Ikhsanul Haq, Fajri hendak lari untuk menghindari aksi tersebut, namun, polisi mengejarnya dan menarik serta memukulnya hingga luka.
"Kronologisnya saat terjadi kerusuhan, Ketum (Fajri) mau menghindar. Tapi, polisi main tarik dan memukul Ketum sampai ke mobil tahanan," katanya.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Pejambon, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2012), menyangkut penyerangan Israel ke Palestina, berbuntut ricuh.
Setelah dua delegasi HMI bernegosiasi dan tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Kemlu, mereka langsung mendobrak gerbang kantor Kemenlu hingga roboh.
Kemudian, sejumlah mahasiswa masuk dan melempari kaca pos satpam hingga pecah, serta merusak palang parkir. Aparat keamanan pun langsung bertindak. Dari informasi yang dihimpun sindonews, 12 orang diamankan petugas.
Termasuk di antaranya Ketua Umum HMI Noer Fajrieansyah yang terluka hingga mendapatkan sekira lima jahitan di kepalanya.
(mhd)