Banjir 1,5 meter rendam Depok
Rabu, 21 November 2012 - 21:52 WIB
Banjir 1,5 meter rendam Depok
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang terjadi di wilayah Depok, dan Bogor, membuat ratusan rumah di lingkungan RT 002, RT 003, RT 004, dan RT 005/04, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Depok, terendam banjir setinggi 1,5 meter atau setinggi pinggang orang dewasa.
Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Palayangan, Situ Cibereum, di Desa Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, yang mengalir ke arah Kali Baru.
Kejadian sudah terjadi sejak pukul 17.00 WIB sore tadi, dan merendam ratusan rumah warga. Saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Salah satu warga, Sayuti mengatakan banjir kali ini jauh lebih parah dari biasanya. Sebab, sebelumnya tak pernah sampai memasuki halaman rumahnya.
"Warga masih bertahan di rumah, banjir biasanya enggak sampai rumah saya, yang kali ini parah sekali," ujarnya di lokasi, Depok, Rabu (21/11/2012).
Sayuti menambahkan, saat ini warga belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok. Lokasi tersebut juga berbatasan dengan Pabuaran, Kabupaten Bogor.
Pantauan di lokasi, warga yang baru saja pulang dari arah Stasiun Citayam, memilih berjalan kaki dengan mengangkat celananya melewati banjir. Namun kendaraan tidak bisa menembus wilayah tersebut.
Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Palayangan, Situ Cibereum, di Desa Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, yang mengalir ke arah Kali Baru.
Kejadian sudah terjadi sejak pukul 17.00 WIB sore tadi, dan merendam ratusan rumah warga. Saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Salah satu warga, Sayuti mengatakan banjir kali ini jauh lebih parah dari biasanya. Sebab, sebelumnya tak pernah sampai memasuki halaman rumahnya.
"Warga masih bertahan di rumah, banjir biasanya enggak sampai rumah saya, yang kali ini parah sekali," ujarnya di lokasi, Depok, Rabu (21/11/2012).
Sayuti menambahkan, saat ini warga belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok. Lokasi tersebut juga berbatasan dengan Pabuaran, Kabupaten Bogor.
Pantauan di lokasi, warga yang baru saja pulang dari arah Stasiun Citayam, memilih berjalan kaki dengan mengangkat celananya melewati banjir. Namun kendaraan tidak bisa menembus wilayah tersebut.
(san)